Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MTI Raih Penghargaan ICAII 2026 Berkat Inovasi Integrasi Bisnis

3 Rabu, 23 Sep 2026, 19:15 WIB | Oleh:
 MTI Raih Penghargaan ICAII 2026 Berkat Inovasi Integrasi Bisnis  MTI Raih Penghargaan ICAII 2026 Berkat Inovasi Integrasi Bisnis Doc: MTI
Ket. CEO PT Multitrend Indo Tbk, Niraj Jain (kanan), saat menerima penghargaan IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (ICAII) 2026 berkat inovasi “MTI and EGI Strategic Business Model Integration – Internal Process Integration” yang sukses mendongkrak efisiensi operasional, modal kerja, dan pertumbuhan bisnis perusahaan.

JAKARTA — PT Multitrend Indo Tbk (MTI) mencatat sejumlah perbaikan signifikan pada aspek operasional dan kinerja bisnis setelah berhasil mengintegrasikan proses kerja dengan PT Emway Globalindo (EGI) pasca-akuisisi. Langkah strategis ini turut berbuah manis dengan diraihnya penghargaan dalam IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (ICAII) 2026 melalui inovasi bertajuk “MTI and EGI Strategic Business Model Integration – Internal Process Innovation”.

Penghargaan bergengsi tersebut diberikan atas pendekatan proaktif MTI dalam menyelaraskan proses operasional kedua entitas melalui sistem manajemen yang terstruktur. Sistem ini dirancang khusus untuk memperkuat koordinasi antartim, memantau perkembangan integrasi secara real-time, sekaligus mendeteksi potensi hambatan sejak tahap paling awal.

Untuk mengawal proses tersebut, MTI mengembangkan MTI × EGI Integration Beat Plan, sebuah kerangka kerja komprehensif yang digunakan untuk mengatur dan memantau seluruh agenda integrasi. Kerangka ini mencakup 108 milestones strategis yang terbagi ke dalam lima pilar utama, yakni People, Systems, Legal, Strategic, dan E-Commerce.

Seluruh progres agenda integrasi dipantau secara terpusat melalui satu dashboard khusus. Melalui sistem ini, jajaran manajemen dapat secara akurat memantau aktivitas yang telah selesai, sedang berjalan, maupun yang belum dimulai.

Pendekatan tersebut juga dirancang untuk menghubungkan setiap langkah integrasi dengan indikator operasional serta finansial secara langsung. Dengan demikian, keberhasilan proses tidak sekadar diukur dari penyelesaian tugas administratif, tetapi juga dari dampaknya yang nyata terhadap kesehatan bisnis perusahaan.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas upaya tim dalam membangun cara kerja yang lebih terstruktur selama proses integrasi MTI dan EGI. Bagi kami, integrasi bukan hanya mengenai menyatukan dua entitas, tetapi juga memastikan setiap fungsi dapat bekerja secara efektif dan memberikan dampak nyata terhadap bisnis,” ujar CEO PT Multitrend Indo Tbk, Niraj Jain, melalui keterangannya pada Rabu (23/9).

Hingga akhir kuartal II 2026, proses integrasi tercatat telah mencapai progres 56 persen. Dari total agenda yang disiapkan, sebanyak 61 tugas telah tuntas, 20 tugas sedang berjalan, dan 27 tugas menyusul pada tahap berikutnya. Pada periode tersebut, manajemen memastikan tidak terdapat aktivitas yang masuk dalam kategori at risk maupun blocked.

Indikator Operasional dan Finansial Membaik

Penerapan sistem operasional terintegrasi ini langsung diikuti oleh perbaikan nyata pada berbagai indikator layanan (SLA). Overall SLA MTI melonjak dari 91,65 persen pada kuartal I menjadi 94,80 persen pada kuartal II 2026. Finance SLA meningkat dari 68,83 persen menjadi 78,89 persen. Sementara itu, Distribution SLA dan Warehouse SLA masing-masing mencatatkan angka impresif di level 98,03 persen dan 98,24 persen.

Dampak positif juga terlihat pada efisiensi modal kerja perusahaan. Cash Conversion Cycle (CCC) berhasil dipangkas selama 29 hari, turun dari 213 hari menjadi 184 hari. Inventory Days turut mengalami perbaikan dari 226 hari menjadi 214 hari. Seluruh efisiensi ini berimbas langsung pada penguatan posisi kas bersih perusahaan yang mencapai Rp32,68 miliar pada akhir Juni 2026.

Dari lini bisnis distribusi, MTI dan EGI membukukan penjualan bersih sebesar Rp241,8 miliar pada kuartal II 2026, melesat 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Cash Margin pada periode yang sama tercatat sebesar Rp85,3 miliar atau tumbuh 44 persen secara tahunan (year-on-year).

Secara konsolidasian, penjualan bersih MTI pada kuartal II 2026 mencapai Rp458,97 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 17 persen secara tahunan dan berada 8 persen di atas target anggaran perusahaan.

Kinerja operasional yang prima ini turut mendongkrak profitabilitas secara drastis. Operating Profit pada kuartal II 2026 tercatat sebesar Rp12,18 miliar, meroket 270,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Operating EBITDA berhasil dibukukan pada angka Rp18,07 miliar.

“Fokus kami adalah memastikan bahwa proses integrasi memberikan dampak yang nyata terhadap cara kami menjalankan bisnis sehari-hari. Dengan menghubungkan aktivitas integrasi dengan indikator operasional dan finansial, kami dapat melihat tidak hanya apakah sebuah pekerjaan telah selesai, tetapi juga bagaimana proses tersebut berkontribusi terhadap efisiensi dan kinerja bisnis secara keseluruhan,” ungkap Niraj menambahkan.

Kerangka Integrasi untuk Ekspansi Bisnis Berkelanjutan

Menurut pihak manajemen MTI, Integration Beat Plan tidak hanya dirancang khusus untuk proyek bersama EGI saja. Kerangka kerja terstruktur ini dipersiapkan sebagai blueprint modular yang dapat disesuaikan dan digunakan kembali dalam proses integrasi bisnis maupun entitas lain di masa mendatang.

Penerapan kerangka kerja ini sangat fleksibel, mulai dari ekspansi kategori produk, pengembangan saluran penjualan baru, integrasi sistem lintas entitas, hingga agenda transformasi strategis perusahaan secara luas. Bagi MTI, penghargaan dalam ajang ICAII 2026 merupakan pengakuan atas komitmen perusahaan dalam mengelola aksi korporasi secara matang melalui penguatan sistem operasional, efisiensi modal, dan ketepatan eksekusi.

Ke depan, MTI akan terus memanfaatkan fondasi kerangka kerja dan sinergi yang telah terbukti sukses ini sebagai landasan kokoh untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang serta agenda ekspansi perusahaan berikutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Uji Publik Calon Anggota KND

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
Uji Publik Calon Anggota KND

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Pemerintah Siapkan Stimulus...
Nasional
RUU Perampasan Aset Diminta...
Ekonomi
Perkembangan Inflasi Indone...

Gencatan Senjata Lokal di Kherson Berakhir

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Gencatan Senjata Lokal di K...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.