Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

The Telkom Hub Capai Net Zero Emisi, 66 Lokasi PoP Telkom Menggunakan 21% Energi Terbarukan.

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 19:17 WIB | Oleh:
The Telkom Hub Capai Net Zero Emisi, 66 Lokasi PoP Telkom Menggunakan 21% Energi Terbarukan. Doc: Telkom
Ket. Telkom menerima Certificate of Appreciation dari PT Energy Management Indonesia (Persero) (EMI) atas pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC) dan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE GRK) dalam mendukung upaya dekarbonisasi. Penyerahan sertifikat

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat langkah dekarbonisasi sebagai bagian dari komitmen perusahaan menuju operasional rendah karbon dan pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, elektrifikasi, serta penggunaan instrumen berbasis pasar seperti Renewable Energy Certificate (REC) dan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE GRK). Instrumen tersebut diberikan oleh PT Energy Management Indonesia (Persero) (EMI), selaku entitas yang berfokus pada bidang konsultansi energi baru terbarukan, efisiensi energi, dan layanan dekarbonisasi.

Penyerahan REC dan SPE GRK tersebut menjadi salah satu pengakuan atas keberhasilan upaya Telkom terhadap pengelolaan emisi Cakupan 1 dan 2 sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi yang lebih bersih dalam kegiatan operasional di wilayah The Telkom Hub. Pencapaian ini juga memperkuat implementasi Rencana Transisi Iklim TelkomGroup yang diluncurkan pada tahun 2025 sebagai arah strategis menuju operasional rendah karbon.

20260923191719_Telkom-menerima-Certificate-of-Appreciation.jpg

Dalam sambutannya, VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menyampaikan, “Telkom terus mendukung upaya pencapaian net zero emission melalui implementasi Rencana Transisi Iklim yang dilakukan secara bertahap dan terukur. Pencapaian The Telkom Hub sebagai kawasan net zero untuk emisi Cakupan 1 dan 2 menjadi salah satu milestone penting yang menunjukkan bahwa upaya dekarbonisasi dapat diterapkan secara nyata di tingkat operasional. Sehingga selanjutnya, kami akan terus memperkuat langkah-langkah tersebut untuk mendorong operasional Telkom yang semakin rendah karbon hingga ke level group.”

Sejalan, Direktur Utama PT Telkom Landmark Tower (TLT) Suratman menambahkan, “Sebagai pengelola The Telkom Hub, kami sangat bangga atas diperolehnya sertifikat REC dan SPE GRK. Ini merupakan suatu komitmen untuk bisa terus meningkatkan efisiensi di setiap waktu. Saat ini kami juga sedang menerapkan modul teknologi Building Management System. Beberapa asesmen energi telah kami lakukan, termasuk pada aspek teknikal dan perangkat, serta optimalisasi penggunaan energi yang ada.”

Melalui Rencana Transisi Iklim tersebut, TelkomGroup menetapkan jalur penurunan emisi Cakupan 1 dan Cakupan 2 secara bertahap, yakni sebesar 20% pada tahun 2030, 40% pada tahun 2040, dan 70% pada tahun 2050, sebelum akhirnya tercapai 100% pada tahun 2060. Untuk mewujudkan rencana tersebut, TelkomGroup telah menetapkan enam key decarbonization levers, yang mencakup antara lain efisiensi energi, elektrifikasi, pemanfaatan energi terbarukan, serta instrumen berbasis pasar. Strategi ini disusun dengan mempertimbangkan profil emisi TelkomGroup yang didominasi penggunaan listrik, perkembangan agenda transisi energi, serta kebutuhan untuk menjaga keandalan layanan.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya melalui pilar Save Our Planet, yang menjadi payung program Environmental, Social, and Governance (ESG) Telkom dalam mendorong berbagai inisiatif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

Di The Telkom Hub, upaya transisi energi telah berjalan melalui sejumlah inisiatif pemanfaatan energi terbarukan. Berdasarkan Sustainability Report Telkom tahun 2025, sebanyak 77 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) telah dioperasikan di kawasan The Telkom Hub. Pemanfaatan energi surya ini diproyeksikan menghemat konsumsi listrik gedung Telkom Landmark Tower sebesar 20.235,6 kWh per tahun.

Selain pemanfaatan energi terbarukan secara langsung, Telkom juga menggunakan REC sebagai instrumen berbasis pasar untuk mendukung pengelolaan emisi Cakupan 2. Sebanyak 45.407 REC dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) telah dibeli Telkom dan operating company PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), yang berpotensi menurunkan emisi sebesar 42.425,7 ton CO₂e.

REC juga menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan TelkomGroup dalam pencapaian target NZE, khususnya untuk pengurangan emisi GRK Cakupan 2 market-based. Pemanfaatannya memungkinkan perusahaan mendukung penggunaan energi terbarukan sekaligus memperkuat transparansi dan keterlacakan atribut energi terbarukan dalam pengelolaan emisi listrik.

Rangkaian upaya tersebut turut mengantarkan The Telkom Hub sebagai kawasan yang telah mencapai net zero untuk emisi Cakupan 1 dan 2. Pencapaian ini menjadi salah satu milestone dalam perjalanan Telkom mewujudkan operasional yang lebih rendah karbon sekaligus menerapkan Rencana Transisi Iklim secara nyata.

Direktur Utama EMI Henri Firdaus mengatakan, “Seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi, efisiensi dan optimalisasi energi menjadi semakin penting. Tujuan efisiensi energi bukan semata-mata untuk mengurangi penggunaan energi, tetapi bagaimana mengoptimalkan energi yang tersedia agar dapat digunakan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Ke depan, kami berharap dapat terus menjadi sustainable partner bagi Telkom, termasuk dalam mendukung upaya pengelolaan dan offset emisi dari berbagai kegiatan dengan cakupan Scope 1 hingga Scope 3. Pengelolaan emisi juga perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari gas buang, tetapi termasuk pengelolaan limbah sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Ekonomi
Pemerintah lunasi utang obl...
Rona
Seniman Den Baguse Ngarso t...
Megapolitan
Agro eduwisata tanaman kopi...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.