Dunia Animasi Banyak Didukung Keragaman Budaya Nusantara
📅 Senin, 24 Nov 2025, 01:30 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA - Indonesia beruntung karena memiliki begitu beragam kekayaan budaya. Hal ini menguntungkan perkembangan dunia animasi. Sebab animasi banyak memanfaatkan tradisi budaya Nusantara. Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Agustini Rahayu mengatakan kekuatan karya film dan animasi Indonesia terletak pada keunikan tema cerita yang berasal dari kekayaan tradisi budaya.
"Sebenarnya Indonesia itu kaya banget sama story telling. Story telling kita kuat banget karena budayanya lebih banyak. Indonesia ini kan punya berapa ratusan etnis dan budaya," kata Agustini dalam acara penutupan program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Subsektor Film dan Animasi di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, subsektor film dan animasi menunjukkan pertumbuhan paling pesat dibandingkan subsektor ekonomi kreatif lainnya. Berdasarkan data dari Bicara Box Office, jumlah penonton film Indonesia hingga pertengahan November 2025 telah mencapai sekitar 65 juta penonton.
Adapun data Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) jumlah film nasional yang rilis di bioskop pada tahun 2025 berjumlah 178 judul film. Tingginya potensi ini didorong oleh kontribusi sineas dan animator Indonesia yang menghasilkan karya-karya berkualitas dan berhasil menembus pasar global.
"Kita lihat aja kemarin (film) 'Jumbo' sudah bisa ditayangkan di 40 negara, jadi kualitas sudah tidak diragukan," ujar Agustini. Dengan mengunggulkan keunikan alur cerita, Agustini mendorong para kreator mengembangkan karyanya agar menjadi kekayaan intelektual (IP) yang menghasilkan dampak ekonomi berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi semuanya harus mulai berpikir saat membuat karyanya juga diarahkan akan kemana distribusi dan komersialisasinya," ucapnya. Agustini berharap film dan animasi dapat memberikan nilai tambah terhadap sektor ekonomi kreatif guna mewujudkannya sebagai penggerak baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Jadi kita ingin industri ini menjadi penggerak ekonomi nasional," ucapnya.
Guna memaksimalkan potensi subsektor film dan animasi, Kemenekraf menggelar program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Subsektor Film dan Animasi untuk memperkuat kapasitas sineas muda sekaligus memperluas akses distribusi serta promosi karya film di pasar domestik dan internasional.
Melalui program ini, Kemenekraf mengajak masing-masing tiga sineas dan animator terpilih untuk mempromosikan karyanya di ajang JAFF Market dan Asia TV Forum & Market 2025 Singapura yang merupakan salah satu jalur strategis ke pasar global. Program tersebut juga telah menggelar bootcamp berupa sesi intensif yang membahas aspek krusial dalam rantai nilai perfilman, meliputi legal distribution, strategi promosi, storytelling, ekosistem industri komersial, hingga teknik pitching.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!