Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengekspolari Keindahan Rinjani dan Tambora

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 08:52 WIB | Oleh:
Mengekspolari Keindahan Rinjani dan Tambora Doc: ist
Ket. menelusuri rinjani

BERAT memang saat mulai menapak naik ke gunung, termasuk ke Rinjani. Namun, sesampai di atas selalu terbayar, kelelahan itu. Pagi di Sembalun selalu menghadirkan pemandangan yang sama tapi tak pernah menjemukan. Kabut tipis melingkari kaki Rinjani, sementara aktivitas warga berjalan seperti siklus yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pada jarak ratusan kilometer, Tambora menjulang di Pulau Sumbawa, menyimpan kisah letusan terbesar 1815 sekaligus memelihara ekosistem yang masih perawan.

Dua gunung ini bukan sekadar bentang alam. Ia adalah ruang hidup masyarakat, ruang belajar tentang dinamika bumi, dan ruang ekonomi bagi ribuan warga yang menggantungkan hidup pada pariwisata.

Dalam beberapa tahun terakhir, keduanya menghadapi tekanan baru. Kunjungan ke Gunung Rinjani hingga Oktober 2025 mencapai 72.528 orang pendaki dan 43.502 pengunjung non-pendakian, sebuah angka yang menunjukkan daya tariknya sekaligus beban ekologis yang harus dipikul.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Rinjani menembus Rp21,6 miliar, sinyal kuat betapa besar kontribusinya bagi negara namun juga pengingat tentang tanggung jawab menjaga kelestariannya.

Sementara itu, Tambora menghadapi persoalan berbeda. Di balik keheningannya, kawasan ini diganggu penebangan liar, pendakian ilegal, hingga aktivitas penelitian asing tanpa izin.

Data lapangan yang terdokumentasi dalam laporan SMART Patrol di kawasan Tambora menunjukkan berbagai pelanggaran, mulai dari penebangan liar, tambang batu ilegal, hingga jalur pendakian tanpa izin yang kerap dimanfaatkan peneliti asing untuk masuk dan mempublikasikan riset tanpa melibatkan peneliti nasional.

Temuan-temuan ini menegaskan bahwa tekanan terhadap kawasan konservasi tidak hanya berasal dari aktivitas wisata, tetapi juga dari praktik-praktik ilegal yang melemahkan perlindungan hutan serta mengancam integritas pengelolaan kawasan.

Karena itu, ketika Pemerintah Provinsi NTB memperkuat pengembangan Geosite Rinjani dan Tambora, tantangannya bukan sekadar menaikkan jumlah kunjungan. Hal yang jauh lebih mendasar adalah memastikan bahwa aktivitas pariwisata dapat berjalan seiring dengan upaya konservasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Tanpa keseimbangan ini, geosite berisiko menjadi arena eksploitasi baru yang merusak nilai ekologis dan sosial yang justru ingin dilestarikan.

Tata kelola

Upaya membangun tata kelola Rinjani dan Tambora sesungguhnya telah bergerak. Di Rinjani, Balai TNGR menerapkan sistem Go Rinjani Zero Waste untuk menekan 28 ton lebih sampah pendakian yang masuk setiap tahun.

Jalur-jalur pendakian yang semula rawan telah dibenahi dengan trap batu alami, pengaman, hingga penataan ulang SOP pendakian.

Kewajiban pendaki membawa surat sehat, mengikuti briefing keselamatan, dan memenuhi rasio pemandu-pendaki bukanlah sekadar prosedur teknis. Semua itu disusun untuk menjawab pertanyaan yang terus muncul di benak banyak orang, yakni apakah gunung ini masih aman untuk dijelajahi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.