Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengekspolari Keindahan Rinjani dan Tambora

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 08:52 WIB | Oleh:

Rinjani dan Tambora membutuhkan pendekatan berbeda tapi satu tujuan yakni melindungi alam sambil membuka ruang ekonomi. Untuk itu, ada beberapa refleksi yang dapat diangkat.

Pertama, penguatan regulasi dan penegakan hukum harus menjadi pondasi utama. Di Tambora, aktivitas ilegal yang ditemukan melalui SMART Patrol menunjukkan bahwa ancaman terhadap kawasan konservasi masih nyata. Akses pendakian ilegal harus ditutup total dan pengawasan berbasis digital perlu dikembangkan seperti di Rinjani.

Kedua, pemberdayaan masyarakat lokal wajib diletakkan sebagai pusat kebijakan. Penegasan bahwa pemandu lokal harus mendampingi pendaki di Tambora adalah langkah baik, tapi perlu ditingkatkan melalui sertifikasi, pelatihan keselamatan, hingga penguatan usaha wisata berbasis desa. Masyarakat bukan sekadar penjaga, tapi mitra pengelolaan.

Ketiga, infrastruktur pendakian yang aman dan ramah lingkungan adalah syarat mutlak. Arahan Wamen Kehutanan mengenai pagar pembatas, papan keselamatan, hingga perbaikan jalur rawan merupakan kebutuhan mendesak. Tata kelola berkelanjutan tidak mungkin berdiri di atas fasilitas yang rapuh.

Keempat, pengembangan narasi edukatif harus dipertegas. Rinjani sebagai UNESCO Global Geopark dan Tambora sebagai situs letusan terbesar dunia memiliki nilai edukasi yang jauh lebih besar daripada sekadar wisata petualangan.

Agenda eduwisata, museum situs, interpretasi sejarah, hingga promosi berbasis ilmu pengetahuan menjadi cara mengikat gunung ke dalam identitas warga NTB dan bangsa.

Kelima, pendekatan lintas sektor harus menjadi standar baru. Upaya Dispar NTB dalam memperkuat geosite Rinjani–Tambora adalah langkah awal. Namun, dibutuhkan integrasi antara kehutanan, pariwisata, lingkungan hidup, pendidikan, penegak hukum, hingga desa wisata. Tanpa integrasi, kebijakan akan berhenti pada tataran acara dan wacana.

Ke depan, pembangunan geosite ini harus menempatkan NTB sebagai laboratorium kebijakan pariwisata berbasis konservasi.

Dengan jumlah kunjungan yang terus meningkat dan status geopark dunia yang dipertahankan, NTB memiliki modal besar untuk menjadi contoh tata kelola gunung di Indonesia.

Pada akhirnya, Rinjani dan Tambora adalah cermin. Dari keduanya kita belajar bahwa keindahan bukan hanya untuk dilihat, tetapi dijaga.

Bahwa pariwisata bukan hanya pergerakan manusia, tetapi upaya menjaga bumi dan kehidupan. Dan bahwa konservasi bukan sekadar kata, melainkan komitmen lintas generasi.

Jika upaya ini terus berlanjut, NTB bukan hanya akan dikenal sebagai rumah dua gunung besar, tetapi sebagai daerah yang menunjukkan bagaimana alam, budaya, dan manusia dapat berjalan bersama dengan terhormat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Dua Kapal Tanker Minyak Diserang di Selat Hormuz

53 menit yang lalu | Lili Lestari

Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.