Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Komisi XII DPR RI Tegaskan Nasib Roadmap Pengembangan Kilang Ada di Tangan Pemerintah

📅 Sabtu, 22 Nov 2025, 11:08 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Komisi XII DPR RI Tegaskan Nasib Roadmap Pengembangan Kilang Ada di Tangan Pemerintah Doc: Antara
Ket. Proyek pengembangan kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur

JAKARTA – Nasib pengembangan kilang dalam rangka menjamin ketahanan energi nasional sepenuhnya ada di tangan pemerintah. Saat ini dibutuhkan kepastian mengenai arah kebijakan energi nasional sesuai dengan bauran energi yang telah disepakati.

Sugeng Suparwoto, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, mengungkapkan target ketahanan energi tidak bisa dilepaskan dari rencana pengembangan kilang namun jika ditarik lebih jauh akar masalahnya justru ada di kebijakan pemerintah terkait arah kebijakan tentang pengendalian konsumsi BBM (bahan bakar minyak). 

“Kalau sudah merumuskan bauran energi, sudah fix lalu tentukan pemenuhannya dengan cara apa, misalnya apakah minyak kita biarkan seperti hari ini? pemakaian BBM linear dengan pertambahan mobil tanpa ada pengendalian. Sekarang ada Electric Vehicle (EV) dengan insentif. Tetapi antara pertambahan mobil EV dan kendaraan BBM tidak seimbang. EV baru 12% per tahun. artinya kendaraan BBM tetap naik lebih tinggi dari EV,” jelas Sugeng di Jakarta, Jumat (21/11/).

Lebih lanjut Sugeng, menuturkan sejauh ini amanat untuk menambah kapasitas kilang diberikan pemerintah kepada PT Pertamina (Persero), namun pemerintah tidak bisa lepas tangan begitu saja tanpa ada arahan yang jelas mengenai arah kebijakan energi. 

Apalagi dari sisi perencanaan sebenarnya roadmap pembangunan kilang sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Hanya saja kondisi global serta gelombang pandemi yang sempat menghantam dunia turut mempengaruhi arah kebijakan energi. Untuk itu pemerintah harus segera memutuskan dan mengambil langkah strategis dalam mendukung ketahanan energi melalui pengembangan kilang.

Menurut Sugeng, dalam rencana pengembangan kilang fleksibilitas kilang juga meningkat sehingga ke depan Indonesia tidak akan bergantung kepada satu jenis minyak mentah. “Harus diperbaharui RDMP tidak hanya kapasitas dan tapi juga fleksibilitas,” ujar Sugeng.

Akhir Tahun Rampung

Pertamina saat ini sedang menggarap Refinery Development Master Plan (RDMP) yang mencakup revitalisasi kilang Balikpapan, Balongan, Cilacap, Dumai, dan Plaju, dengan penambahan kapasitas sekaligus peningkatan fleksibilitas pengolahan minyak mentah.

Kilang Balikpapan menjadi proyek terbesar dalam RDMP. Pertamina menargetkan kapasitas pengolahan naik dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Rencananya akhir tahun ini RDMP Balikpapan akan rampung.

Kilang Balongan telah menyelesaikan proses revamping. Kapasitas kilang meningkat dari 125 ribu barel per hari menjadi 150 ribu barel per hari. Peningkatan kapasitas pengolahan kilang meningkatkan jumlah minyak mentah yang diolah di kilang.

Sementara kilang Cilacap, Dumai, dan Plaju difokuskan pada peningkatan fleksibilitas, khususnya kemampuan mengolah crude dengan kandungan sulfur tinggi (sour crude). Di Cilacap dan Dumai, Pertamina turut mengembangkan konsep green refinery untuk mendukung produksi bahan bakar rendah emisi dan sejalan dengan agenda transisi energi nasional.

Selain itu Sugeng menegaskan pengembangan kilang ke depan tetap penting karena bisa diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri petrokimia karena Indonesia masih sangat kekurangan petrokimia. Dia mencontohkan konsep New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

“NGRR Tuban bagus konsepnya kalau bangun kilang untuk sustain secara ekonomi. Kemudian kembangkan jadinya petrochemical industry complex. Supaya nilai keekonomianm kilang sustain ubah jadi petrochemical,” jelas Sugeng.

Khusus untuk kelanutan kilang Tuban, pemerintah kata Sugeng wajib turun tangan. Karena persoalannya tidak sederhana dan harus diselesaikan antar pemerintahan. Perang antara Rusia dan Ukraina turut berdampak pada kelanjutan pembangunan kilang Tuban.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.