Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementan Perkuat Swasembada Pangan Lewat Percepatan Luas Tambah Tanam di Sukabumi

📅 Sabtu, 22 Nov 2025, 14:05 WIB | Oleh:
Kementan Perkuat Swasembada Pangan Lewat Percepatan Luas Tambah Tanam di Sukabumi Doc: Pusat PVTPP
Ket. Rapat Koordinasi (Rakor) Luas Tambah Tanam (LTT) yang diadakan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada hari Kamis (20/11). Kegiatan ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam meningkatkan produksi nasional.

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada hari Kamis (20/11). Kegiatan ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam meningkatkan produksi nasional.

Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Ali Jamil Ali Jamil menegaskan pentingnya optimalisasi seluruh area pertanian dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Hal ini disampaikannya dalam rapat koordinasi percepatan luas tambah tanam (LTT) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Ali, seluruh wilayah pertanian harus dioptimalkan sebagaimana yang disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan membentuk Brigade Pangan yang dibentuk untuk memperkuat pengelolaan sawah dengan melibatkan anak muda sebagai motor penggerak produksi.

“Brigade pangan dibentuk untuk memperkuat pengelolaan sawah. Kita ingin anak muda terlibat dan menjadi motor penggerak peningkatan produksi,” ujar Ali pada kesempatan tersebut yang disampaikan melalui keterangannya pada hari Sabtu (22/11).

Ia mengatakan bahwa berbagai program percepatan tanam sejauh ini telah memberikan hasil nyata. Di antaranya Nilai Tukar Petani atau NTP yang mencapai 124,36 atau tertinggi sepanjang sejarah. Selain itu PDB pertanian naik menjadi 13,83 persen dan ekspor pertanian melonjak 42,19 persen.

Ia mengatakan apabila mengacu pada proyeksi BPS hingga akhir 2025, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, dengan potensi surplus 4,15 juta ton. Namun Ali Jamil menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat semua berpuas diri.

“Keberlanjutan produksi adalah tugas kita bersama. Kita harus menjaga, merawat, dan terus menerus memperluas capaian. Swasembada harus kita capai dalam waktu dekat sesuai arahan Presiden,” katanya.

Sementara itu Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengawalan program LTT untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Langkah nyata tersebut diharapkan memberi kontribusi nyata terhadap capaian kinerja Kementerian Pertanian secara nasional, khususnya dalam percepatan swasembada beras.

“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan LTT. Diharapkan, kegiatan tersebut memberikan manfaat luas, memperkuat sinergi lintas sektor, serta mendorong percepatan capaian swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Leli menambahkan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama akan terus menjadi prioritas dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pihaknya berkomitmen dalam memperkuat program swasembada pangan seperti yang telah dicanangkan.

“Kami berkomitmen memperkuat program yang telah dicanangkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin menuturkan bahwa program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat sejalan dengan arah pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Sukabumi, di bawah kepemimpinan Bupati, menempatkan pariwisata dan agroindustri sebagai sektor prioritas yang dinilai mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pak Bupati berkomitmen memajukan Sukabumi melalui sektor agroindustri dan pertanian dalam arti luas. Salah satunya dengan mewujudkan swasembada pangan,” katanya.

Aep menjelaskan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar dari sisi geografis dan luas wilayah. Sebagai salah satu daerah terluas di Jawa-Bali, Sukabumi memiliki karakter alam yang sangat mendukung pengembangan berbagai komoditas pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.