Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebaya Puan di Sidang Tahunan, Simbol Diplomasi lewat Budaya Tradisional

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 12:19 WIB | Oleh:
Kebaya Puan di Sidang Tahunan, Simbol Diplomasi lewat Budaya Tradisional Doc: DPR RI
Ket. Ketua DPR RI, Puan Maharani, tampil mengenakan kebaya hijau saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026, Jumat, 14 Agustus 2026.

JAKARTA - Kebaya yang dikenakan Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 menjadi simbol diplomasi melalui budaya tradisional bangsa.

"Ini menunjukkan bahwa kebaya sebenarnya sangat relevan untuk ruang-ruang profesional, politik, diplomasi maupun forum internasional. Jadi bagi saya sendiri penggunaan kebaya oleh perempuan, pemimpin memiliki pesan yang lebih besar daripada sekadar pilihan busana ya," kata Pengamat mode Lisa Fitria di Jakarta, Jumat.

Lisa, salah seorang pendiri Indonesian Fashion Chamber (IFC) mengatakan kebaya dapat dijadikan sebagai bentuk soft diplomacy, diplomasi melalui pendekatan sosial dan budaya, a la Indonesia dalam forum kenegaraan. Kebaya tidak hanya membawa identitas budaya ke ruang publik, tetapi, juga sebagai bentuk representasi bahwa busana tradisional tidak harus ditinggalkan ketika masyarakat ingin tampil modern.

"Justru kekuatan fesyen Indonesia ada pada kemampuan mengolah warisan budaya menjadi sesuatu yang contemporary dan juga relevan," ucap Lisa.

Sebelumnya dalam keterangan resmi DPR RI, Ketua DPR RI Puan Maharani memilih mengenakan kebaya brokat berwarna hijau zaitun. Kebaya brokat itu terinspirasi dari kebaya Sunda berwarna hijau zaitun dengan detail ribbon applique.

Penampilan Puan dilengkapi dengan selendang berwarna hijau tua, dan kain bernuansa senada.

Lisa menilai kebaya berwarna hijau zaitun itu berhasil menempatkan kebaya sebagai busana kenegaraan yang tetap terlihat formal, elegan dan juga modern.

Warna hijau yang digunakan memberikan kesan tenang, sejuk tetapi sekaligus juga memiliki karakter yang kuat. Dibandingkan dengan warna yang sangat formal seperti hitam atau putih, warna hijau zaitun memberikan nuansa yang lebih humanis dan juga dekat dengan alam.

Dalam konteks Indonesia, warna hijau juga bisa dibaca sebagai simbol kehidupan, pertumbuhan, harapan dan juga keberlanjutan.

"Namun tentu makna tersebut lebih tepat dipahami sebagai interpretasi visual, bukan berarti kita dapat memastikan bahwa warna tersebut memang sengaja dipilih dengan pesan tersebut," kata dia.

Dari sisi desain, kebaya tersebut memiliki detail tekstur dan juga ornamen yang cukup kaya, tetapi, tetap mempertahankan siluet yang bersih dan tidak berlebihan klasik.

Lisa menilai kebaya untuk forum kenegaraan harus mampu menjaga keseimbangan antara identitas budaya, protokoler dan juga estetika modern.

"Yang menarik bagi saya bagaimana kebaya tersebut tidak tampil sebagai kostum tradisional semata. Siluetnya dibuat lebih mutakhir dan sesuai dengan karakter perempuan modern," kata Lisa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.