Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Halal Tak Lagi Hanya Soal Agama, BPJPH Ungkap Makna Baru di Tingkat Global

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 04:05 WIB | Oleh:
Halal Tak Lagi Hanya Soal Agama, BPJPH Ungkap Makna Baru di Tingkat Global Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan saat menghadiri perayaan Matariki atau Tahun Baru Māori yang diselenggarakan Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta, Selasa (30/6).

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengatakan halal kini tidak lagi dipandang semata sebagai isu agama, tetapi telah menjadi simbol kesehatan, kebersihan, dan kualitas yang diterima secara global.

Pernyataan itu disampaikan Haikal saat menghadiri perayaan Matariki atau Tahun Baru Māori, yang diselenggarakan Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta, Selasa.

Selandia Baru telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang skema saling pengakuan dengan lembaga yang dipimpinnya pada tahun lalu.

"Halal sekarang bukan lagi berbicara soal agama. Halal adalah simbol kesehatan. Halal bukan hanya untuk Muslim, halal adalah untuk semua karena halal merupakan simbol kesehatan, simbol kebersihan, dan simbol kualitas," katanya.

Haikal mengatakan cara pandang tersebut merupakan transformasi definisi halal yang juga ia pelajari dari Presiden Prabowo Subianto.

Menurut dia, konsep halal kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan tidak lagi hanya dikaitkan dengan kebutuhan umat Islam.

Ia mencontohkan saat berkunjung ke Amerika Serikat, kalangan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyebut halal sebagai simbol kesehatan.

Sementara di Korea Selatan, salah satu perusahaan farmasi menyebut halal sebagai kebersihan ganda.

Sedangkan, bagi Australia, sebut Haikal, halal dimaknai sebagai kepuasan pelanggan dan di Eropa produk halal dilihat sebagai pangan berkualitas tinggi (elite food) karena diproses dengan standar kebersihan yang lebih tinggi. Lalu, China memandang halal sebagai penggerak ekonomi (economic engine).

"China kini menjadi negara produsen produk halal nomor satu di dunia," ujar Haikal seraya menambahkan bahwa China memproduksi produk halal senilai lebih dari 21 miliar dolar AS setiap tahun.

Haikal mengatakan Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, namun bukan produsen produk halal terbesar.

Ia menyebut produsen halal terbesar adalah China, disusul Brasil dan Amerika Serikat, sehingga menurutnya halal kini telah menjadi milik semua orang.

"Mulai hari ini, terimalah bahwa halal adalah bagian dari kemakmuran hidup dan merupakan bagian dari peradaban modern," katanya.

Ia menambahkan di Indonesia pengembangan halal mengedepankan tiga prinsip, yakni transparansi, ketertelusuran, dan kepercayaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.