Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KBRI Yangon: 48 WNI Diciduk dari Pusat Scamming Online Myanmar

8 Sabtu, 22 Nov 2025, 16:07 WIB | Oleh:
KBRI Yangon: 48 WNI Diciduk dari Pusat Scamming Online  Myanmar KBRI Yangon: 48 WNI Diciduk dari Pusat Scamming Online  Myanmar Doc: ANTARA/Bayu Pratama S
Ket. WNI terduga korban TPPO sujud syukur saat tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (18/3/2025).

Jakarta -- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar, memastikan sedikitnya 48 WNI ditangkap otoritas Myanmar dalam penggerebekan besar-besaran terhadap jaringan penipuan daring (online scam) di negara tersebut pekan ini.

Menurut pernyataan tertulis KBRI Yangon sebagaimana dipantau di Jakarta, Jumat, penggerebekan tersebut terjadi di sebuah sentra penipuan daring di wilayah Shwe Koko, negara bagian Kayin, pada Senin (17/11) tengah malam.

“Berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari media nasional Myanmar, terdapat 611 WNA, termasuk 48 WNI yang ditangkap otoritas Myanmar dalam penggerebekan tersebut,” demikian pernyataan KBRI Yangon.

Namun demikian, menurut informasi yang diperoleh pada Kamis (20/11) dari salah satu WNI yang ditangkap, ada sekitar 200 WNI yang terjaring penggerebekan dan meminta bantuan pemulangan ke Indonesia.

KBRI Yangon memastikan penggerebekan terhadap pusat penipuan daring yang terletak 11 km dari Myawaddy itu merupakan bagian dari kampanye nasional pemberantasan jaringan kriminal lintas negara di kawasan perbatasan.

Menyusul operasi penggerebekan, KBRI Yangon telah berkoordinasi langsung dengan otoritas Myanmar, untuk meminta akses kekonsuleran dan verifikasi lapangan, serta dengan simpul WNI di Myawaddy untuk pengecekan lebih lanjut.

“Upaya ini dilakukan untuk memastikan identitas para WNI yang dilaporkan tertangkap serta memastikan kondisi mereka,” kata KBRI Yangon.

KBRI Yangon memastikan bahwa pihaknya akan menjamin perlindungan penuh terhadap seluruh WNI terdampak, termasuk memfasilitasi kepulangan mereka, serta menjaga koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait baik di Myanmar maupun di Indonesia.

Seluruh WNI juga diimbau berhati-hati terhadap tawaran bekerja di luar negeri yang tidak jelas, terutama yang menjanjikan gaji tinggi tanpa proses rekrutmen resmi, serta selalu melakukan konfirmasi kepada instansi resmi sebelum menerima tawaran kerja.

Lebih lanjut, KBRI Yangon menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah menangani ratusan WNI yang diduga terlibat dalam sindikat penipuan daring, termasuk 48 WNI yang diciduk dalam operasi di Shwe Koko.

Selain itu, terdapat 170 WNI yang masih menunggu proses pemindahan ke lokasi aman oleh otoritas setempat serta 54 WNI eks-KK Park yang sudah berada di lokasi aman dan telah diizinkan untuk meninggalkan Myanmar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Soekarno Run Jadi Gerakan A...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.