Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

GSP Segera Berakhir, Mendag Kebut I-EU CEPA Berlaku 2027

28 Selasa, 06 Okt 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
GSP Segera Berakhir, Mendag Kebut I-EU CEPA Berlaku 2027 GSP Segera Berakhir, Mendag Kebut I-EU CEPA Berlaku 2027 Doc: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi - Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengejar percepatan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) sebelum fasilitas Generalised Scheme of Preferences (GSP) berakhir pada 2027.

Budi mengatakan pemerintah menargetkan penandatanganan I-EU CEPA dapat dilakukan pada akhir Oktober 2026. Setelah penandatanganan, pemerintah akan mempercepat proses ratifikasi agar perjanjian tersebut dapat berlaku pada Januari 2027.

"Makanya kita kejar supaya akhir Oktober ditandatangani," kata Budi di Jakarta, Selasa (6/10).

Menurut Budi, pemerintah menargetkan penyelesaian proses tersebut agar Indonesia tidak terdampak dengan berakhirnya fasilitas GSP Uni Eropa yang selama ini memberikan fasilitas tarif tertentu bagi produk ekspor Indonesia.

"Kalau GSP kan berarti memang fasilitas-fasilitas yang diberikan EU kan menjadi tidak ada kan fasilitas untuk tarif," ujar dia.

Ia menjelaskan Pemerintah Indonesia telah melakukan pertemuan dengan para Duta Besar negara-negara Uni Eropa yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menurut dia, Indonesia dan Uni Eropa telah sepakat bahwa perjanjian tersebut dapat rampung pada akhir Oktober.

"Kita kejar karena kemarin kita sudah bertemu juga dengan seluruh Dubes EU yang dipimpin Pak Menko Perekonomian dan kita sepakat bahwa akhir Oktober ini kita selesaikan penandatanganannya. Kemungkinan di Jakarta," kata Budi menjelaskan.

Budi menyampaikan Indonesia dan Uni Eropa masih menyelesaikan sejumlah hal terkait perjanjian tersebut. Ia menyebut Indonesia pada prinsipnya telah menyelesaikan bagiannya, sementara pembahasan di pihak Uni Eropa masih berlangsung.

Salah satu hal yang masih dibahas, kata Budi, berkaitan dengan bahasa dokumen perjanjian. Indonesia menginginkan dokumen yang ditandatangani menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Jika penyelesaian dapat dilakukan sesuai target, lanjutnya, proses ratifikasi akan dipercepat sehingga I-EU CEPA diharapkan mulai berlaku pada awal 2027.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Ekonomi
Program Diskon Tiket Pesawa...
Advertisement
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.