Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lima Tahun Menuju E20, Indonesia Gaspol Tinggalkan Ketergantungan BBM

📅 Selasa, 06 Okt 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lima Tahun Menuju E20, Indonesia Gaspol Tinggalkan Ketergantungan BBM Doc: ANTARA FOTO/ Aprillio Akbar
Ket. Ilustrasi-Petugas duduk di dekat pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Asaya, Semarang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia akan meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk campuran bensin dengan 20 persen bioetanol (E20) dalam lima tahun ke depan sebagai bagian dari transisi energi.

Dalam Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Selasa (6/10), Zulkifli menyatakan optimistis Indonesia dapat memproduksi E20 menyusul keberhasilan penerapan biodiesel 50 persen atau B50.

Menurut dia, pengembangan energi terbarukan diperlukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

“Investasi energi terbarukan yang mengurangi ketergantungan pada industri fosil dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.

Zulkifli mengatakan agenda tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun pertumbuhan ekonomi yang lebih hijau.

Ia menyebut pengembangan energi terbarukan dan bahan bakar nabati perlu menjadi bagian dari transformasi ekonomi yang tetap memperhatikan ketahanan pangan dan perlindungan lingkungan.

Dalam pidatonya, Zulkifli juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah membangun pasar karbon yang kredibel dan transparan sebagai salah satu pintu masuk pembiayaan internasional untuk mendukung agenda pertumbuhan hijau.

Pemerintah menetapkan penyelenggaraan nilai ekonomi karbon (NEK) melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025.

Kebijakan tersebut mencakup sejumlah instrumen, antara lain perdagangan karbon, pajak karbon dan pembayaran berbasis hasil (result-based payment).

Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI Jakarta, Rabu (16/9), Presiden Prabowo Subianto telah meminta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan lahan tebu yang sudah ada seluas 2 juta hektare untuk diolah menjadi bioetanol untuk Program E20.

Tebu dipilih sebagai sumber bahan baku bioetanol karena jumlah lahannya yang dinilai paling memungkinkan apabila dibandingkan dengan lahan perkebunan jagung dan singkong.

Prabowo juga memerintahkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyiapkan industri untuk Program E20 tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
Advertisement
ASDP Perkuat Pengaturan Operasional Berbasis Keselamatan, Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Lancar

ASDP Perkuat Pengaturan Operasional Berbasis Keselamatan, Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Lancar

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.