Siapkan Dana Raksasa, Pramono Anung Bakal Sulap Kawasan Kumuh Tanah Abang Pakai Canggihnya Teknologi
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 17:40 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan skema pendanaan gabungan dari APBD, CSR, serta dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) untuk membenahi kawasan permukiman kumuh di Tanah Abang, Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali, Selasa (6/10).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa penataan di jantung ibu kota tersebut akan memanfaatkan teknologi tanpa melakukan penggusuran terhadap hunian maupun fasilitas ibadah warga.
“Anggaran yang akan dilakukan adalah yang pertama tentunya dari APBD, yang kedua kita akan menggunakan dana-dana dari CSR dan juga SLF, KLB untuk melakukan pembangunan di tempat itu,” ungkap Pramono saat dijumpai di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa.
Kendati demikian, Pramono masih enggan membeberkan besaran anggaran yang disiapkan untuk pembenahan di wilayah-wilayah tersebut.
“Angkanya sebenarnya sudah keluar, tapi saya belum bisa menyampaikan kepada publik,” kata Pramono.
Namun Pramono menegaskan pihaknya tak akan melakukan penggusuran dalam pembenahan tersebut.
Alih-alih menggusur, Pramono mengatakan pihaknya akan melakukan pembenahan dengan teknologi.
“Karena di dalam, di atas sungai itu kebetulan ada rumah-rumah ibadah seperti masjid, musala, dan sebagainya, tentunya akan kami tata menjadi lebih rapi dengan eh apa perkembangan teknologi sekarang. Mudah-mudahan nanti tempat itu menjadi tempat yang tertata dengan baik,” jelas Pramono.
Adapun alasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pembenahan adalah karena lokasi-lokasi tersebut dinilai kumuh padahal berada di pusat kota.
Pramono memaparkan, di wilayah-wilayah terdapat ruas yang sudah hampir 60 tahun tidak tertangani secara baik.
Bahkan, lanjutnya, ada beberapa hunian yang dalam satu rumah dihuni oleh 15 orang anggota keluarga sehingga perlu bergantian saat tidur.
"Tidak jauh dari istana, tidak jauh dari Balai Kota, tidak jauh dari Bundaran HI. Tetapi salah satu tempat yang paling kumuh adalah di tempat itu,” kata Pramono.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!