Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rumput Laut Bukan Sekadar Komoditas, Bappenas Bidik Industri Bernilai Tinggi

📅 Selasa, 06 Okt 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rumput Laut Bukan Sekadar Komoditas, Bappenas Bidik Industri Bernilai Tinggi Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi-Petani menjemur rumput laut.

JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan rumput laut adalah basis industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Peluncuran Integrated Seaweed Development Action Plan menegaskan arah bahwa rumput laut bukan sekedar komoditas ekspor mentah, melainkan basis kita industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan,” ucapnya dalam National Seaweed Forum 2026 | Pengembangan Rumput Laut Terintegrasi 2026-2030 di Jakarta, Selasa (6/10).

Dia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang tidak tertandingi, mulai dari keberadaan 17.504 ribu pulau, 108 ribu kilometer (km) garis pantai, dan 6,4 juta km2 luas laut. Namun, nilai ekspor Indonesia baru menyumbang 11,4 persen dari total perdagangan rumput laut dunia yang lebih dari separuhnya berupa rumput laut kering.

Untuk melakukan transformasi rumput laut, lanjutnya, maka perlu dilakukan perubahan orientasi dari volume produksi menuju produktivitas, kualitas, dan penciptaan nilai tambah melalui antara lain penguatan pasca panen dan standardisasi mutu, serta diversifikasi produk dan pengolahan awal.

Kedua ialah perubahan orientasi dari penjualan bahan baku menuju hilirisasi, diversifikasi produk, teknologi, dan inovasi melalui pengembangan industri pangan, hidrokoliod, nutraseutikal, kosmetik, biorefinery, dan biomaterial.

Terakhir yaitu melakukan berbagai intervensi yang terintegrasi menuju ekosistem hulu hilir dengan integrasi program melalui kemitraan antar pelaku dalam rantai nilai, sinkronisasi kebijakan program, serta penguatan data, regulasi, dan koordinasi lintas sektor.

“Transformasi ini sejalan dengan amanat RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2025-2029, hingga menempatkan rumput laut sebagai komunitas prioritas dengan target produksi hingga 21 persen dan lonjakan nilai ekspor hampir 51 persen. Di sinilah Integrated Seaweed Development Action Plan (ISDAP) menjadi sangat penting dan ISDAP akan hadir menerjemahkan target tersebut,” ungkap Menteri PPN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
Advertisement
ASDP Perkuat Pengaturan Operasional Berbasis Keselamatan, Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Lancar

ASDP Perkuat Pengaturan Operasional Berbasis Keselamatan, Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Lancar

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.