Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korut Kecam Kesepakatan Kapal Selam AS-Korsel

📅 Rabu, 19 Nov 2025, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korut Kecam Kesepakatan Kapal Selam AS-Korsel Doc: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
Ket. Presiden Korsel, Lee Jae-myung, dan Presiden AS, Donald Trump, saat mengunjungi Museum Nasional Gyeongju pada 29 Oktober lalu. AS telah menyepakati perjanjian dengan Korsel untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir dan perjanjian itu kini dikecam oleh Korut.

SEOUL - Korea Utara (Korut) mengecam perjanjian antara Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir, dengan mengatakan dalam komentar media pemerintah pada Selasa (18/11) bahwa kesepakatan itu akan menyebabkan efek domino nuklir.

Presiden Korsel, Lee Jae-myung, mengumumkan finalisasi perjanjian keamanan dan perdagangan yang telah lama ditunggu-tunggu dengan AS pekan lalu, termasuk rencana untuk bergerak maju dengan mengembangkan kapal bertenaga atom.

Seoul mengatakan pihaknya telah mendapatkan dukungan untuk memperluas kewenangan mereka atas pengayaan uranium dan pemrosesan ulang bahan bakar bekas.

Dalam komentar pertamanya menanggapi kesepakatan tersebut, Korut mengatakan bahwa program kapal selam tersebut merupakan upaya konfrontasi yang berbahaya.

“Perjanjian tersebut merupakan perkembangan serius yang mengganggu stabilitas keamanan militer di kawasan Asia-Pasifik, di luar Semenanjung Korea, dan menyebabkan situasi mustahilnya pengendalian nuklir di ranah global," demikian komentar yang dimuat oleh kantor berita KCNA pada Selasa.

“Kepemilikan kapal selam nuklir oleh Korsel pasti akan menyebabkan fenomena domino nuklir di kawasan dan memicu semakin memanasnya perlombaan senjata," Pyongyang menambahkan.

Dikatakan juga bahwa Korut akan mengambil tindakan balasan yang lebih beralasan dan realistis, karena niat konfrontatif kedua negara tersebut.

Usul Perundingan

Komentar itu muncul hanya sehari setelah Seoul mengusulkan perundingan militer dengan Pyongyang untuk mencegah bentrokan perbatasan, yang merupakan tawaran pertama dalam tujuh tahun.

Presiden Lee juga menawarkan untuk mengadakan diskusi yang lebih luas dengan Korut tanpa prasyarat, sebuah pembalikan tajam dari sikap keras yang diambil oleh pendahulunya yang konservatif.

Menanggapi komentar tersebut, kantor kepresidenan Korsel mengatakan negaranya tidak memiliki niat bermusuhan terhadap Korut, bertentangan dengan pendapat kantor berita KCNA.

“Perjanjian antara Korsel dan AS ditujukan untuk melindungi negara dan memperkuat aliansi keamanan antara kedua negara," kata juru bicara kepresidenan, Kang Yu-jung.

“Komentar Korut menunjukkan kekhawatiran negara bersenjata nuklir itu bahwa jika Korsel memperoleh kapal selam bertenaga nuklir, hal itu bisa menjadi batu loncatan bagi negara itu untuk mencapai status negara semi-senjata nuklir," ucap Yang Moo-jin, seorang profesor di Universitas Studi Korut di Seoul kepada AFP.

"Langkah ini kemungkinan akan berdampak negatif pada prospek penyelenggaraan perundingan militer antar-Korea," imbuh Yang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.