Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Global Makin Bergejolak: Shutdown AS Mengintai, Kebijakan The Fed Kian Buram

📅 Rabu, 19 Nov 2025, 16:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Global Makin Bergejolak: Shutdown AS Mengintai, Kebijakan The Fed Kian Buram Doc: ANTARA/ Rizka Khaerunnisa
Ket. Tangkapan layar Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan materi konferensi pers hasil RDG BI Bulan November 2025 secara daring di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

JAKARTA – Ketidakpastian pasar keuangan global kembali meningkat seiring membesarnya risiko geopolitik, volatilitas suku bunga global, dan prospek pertumbuhan yang tidak merata di berbagai negara.

Kombinasi faktor tersebut memperkuat aversi risiko investor, mendorong arus dana keluar dari aset berisiko dan menekan stabilitas pasar emerging markets, termasuk Indonesia.

Dalam kondisi ini, respons kebijakan yang adaptif dan koordinasi lintas otoritas menjadi krusial untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus memitigasi tekanan eksternal yang dapat menghambat momentum pemulihan ekonomi.

Bank Indonesia (BI) memandang ketidakpastian pasar keuangan global kembali meningkat di tengah terjadinya tempororary government shutdown dan arah suku bunga kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

“Pertumbuhan ekonomi AS masih melambat akibat berlanjutnya dampak tarif dagang AS dan sempat berhentinya aktivitas pemerintah yang terlama sepanjang sejarah dan kemudian berdampak pada tetap lemahnya ketenagakerjaan AS,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG BI di Jakarta, Rabu (19/11).

Lebih lanjut, Perry memaparkan bahwa perlambatan ekonomi juga terjadi di Jepang, Tiongkok, dan India akibat permintaan domestik yang belum kuat.

Sementara itu, ekonomi Eropa tumbuh lebih tinggi dari prakiraan akibat realisasi pertumbuhan di triwulan III 2025 yang ditopang oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi seiring pelonggaran kebijakan moneter.

“Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2025 diperkirakan tetap sekitar 3,1 persen, lebih rendah dari realisasi pada tahun 2024,” kata Perry.

Dari pasar keuangan, ketidakpastian kembali meningkat dipengaruhi oleh penurunan suku bunga kebijakan Bank Sentral AS atau The Fed yang dinilai pasar lebih berhati-hati atau less dovish.

Kebijakan tarif yang menahan penurunan inflasi AS serta kondisi pasar tenaga kerja yang belum kuat akibat kebijakan imigrasi dan berhentinya aktivitas pemerintah di Amerika Serikat diprakirakan mendorong The Fed menahan penurunan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) di sisa tahun 2025.

Aliran modal global ke komoditas emas dan aset keuangan Amerika Serikat sebagai safe haven asset terus berlanjut, sehingga mendorong peningkatan harga emas dan penguatan indeks mata uang dolar Amerika Serikat (DXY). Sementara itu, aliran modal ke emerging market lebih terbatas ke pasar saham.

“Perkembangan ini memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi dampak rambatan global, menjaga ketahanan eksternal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri dengan tetap menjaga stabilitas,” kata Perry.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.