Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Kemandirian Protein Hewani, Pemerintah Bangun Industri Perunggasan Terintegrasi

📅 Rabu, 19 Nov 2025, 18:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
 Dorong Kemandirian Protein Hewani, Pemerintah Bangun Industri Perunggasan Terintegrasi Doc: istimewa
Ket. Aktivitas peternak unggas

JAKARTA- Rencana investasi 20 triliun rupiah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menjadi langkah strategis pemerintah untuk membangun industri perunggasan terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan bahwa rencana tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan struktur industri melalui pelibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pengelola utama pabrik pakan dan DOC. Dengan peran tersebut, BUMN diharapkan menjadi stabilisator harga di pasar sehingga peternak kecil tetap memperoleh keuntungan meski terjadi fluktuasi harga komoditas.

“BUMN akan bergerak di hulu—mulai dari grandparent stock, parent stock, hingga pembangunan RPHU, cold storage dan olahan hasil ternak. Sementara yang di sektor budidaya atau on farm adalah peternak rakyat UMKM dan koperasi termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP),” ujarnya pekan lalu di Jakarta.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan peran hulu dan hilir berjalan seimbang dengan melibatkan peternak sebagai pelaku utama di lapangan.

Melalui pendekatan terintegrasi tersebut, pemerintah ingin memastikan bahwa pembangunan industri perunggasan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi peternak rakyat. Akses terhadap bahan baku, peningkatan produktivitas, hingga terbukanya lapangan kerja baru menjadi bagian dari tujuan program ini, sehingga efek pembangunan tidak hanya berhenti di tingkat industri tetapi juga menyentuh kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin agar peternak kecil tidak hanya bertahan, tapi naik kelas. Pemerintah hadir untuk membangun ekosistem, bukan untuk menggantikan peran mereka,” tuturnya.

Kementan saat ini tengah mengidentifikasi lokasi-lokasi strategis untuk pengembangan klaster industri ayam terintegrasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan peternakan nasional agar manfaat industri dapat dirasakan secara lebih luas di berbagai wilayah.

Dengan investasi Rp20 triliun ini, pemerintah berharap Indonesia semakin mandiri dalam pemenuhan protein hewani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.