Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Desak Jepang Tarik Komentar PM Takaichi soal Taiwan

📅 Selasa, 18 Nov 2025, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Desak Jepang Tarik Komentar PM Takaichi soal Taiwan Doc: Antara
Ket. Bendera China dan Jepang.

Beijing - Tiongkok menegaskan akan terus melayangkan protes keras hingga Jepang mencabut pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi tentang Taiwan, yang dinilai melanggar komitmen diplomatik dan memicu ketegangan regional.

“Terkait pernyataan keliru PM Takaichi, Tiongkok telah dan akan terus mengajukan protes keras serta démarche kepada Jepang, meminta segera dilakukan koreksi dan pencabutan,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Senin (17/11).

Takaichi sebelumnya mengatakan bahwa penggunaan kekuatan militer Tiongkok terhadap Taiwan dapat “mengancam kelangsungan hidup Jepang,” dan ia menolak menarik ucapannya.

Pernyataan itu dinilai dapat membuka jalan bagi Jepang menerapkan hak bela diri kolektif, meski konstitusi menolak perang. Jepang berpotensi mendukung Amerika Serikat jika Tiongkok memblokade Taiwan atau meningkatkan tekanan militer.

Tiongkok telah memanggil Duta Besar Jepang Kenji Kanasugi pada 13 November untuk menyampaikan keberatan resmi.

Selain protes diplomatik, Tiongkok juga mengimbau warganya menghindari perjalanan ke Jepang dan mempertimbangkan ulang rencana studi, dengan alasan meningkatnya kejahatan terhadap warga Tiongkok dan ujaran ekstrem anti-Tiongkok di Jepang.

“Peringatan itu sepenuhnya dibenarkan,” kata Mao. Ia menuduh pernyataan PM Takaichi itu “mengikis fondasi politik hubungan kedua negara dan meracuni opini publik.”

Tiongkok menuntut Jepang mematuhi empat dokumen politik yang sejak 1972 menjadi dasar hubungan bilateral, termasuk pengakuan bahwa Taiwan adalah bagian dari Republik Rakyat Tiongkok.

Mao menegaskan PM Tiongkok Li Qiang tidak memiliki rencana bertemu Takaichi dalam KTT G20  yang berlangsung di Johannesburg pada 22–23 November.

“Pertemuan dengan pemimpin Jepang tidak ada dalam agenda,” ujarnya.

Di tengah ketegangan dua negara ini, Direktur Jenderal Biro Asia dan Oseania Jepang Kanai Masaaki terbang ke Tiongkok pada Senin.

Ia diperkirakan akan menegaskan bahwa PM Takaichi tidak mengubah sikap Jepang sebagaimana tercantum dalam komunike bersama tahun 1972 sehingga Jepang tetap mengakui Republik Rakyat Tiongkok sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman
    Preview komentar:
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
  • 'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika
    Preview komentar:
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius
    Preview komentar:
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan Nomor ...
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
Rona
Belajar Bisnis dari Kisah Y...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.