Festival Storytelling Suara Nusantara 2025: Menghidupkan Legenda, Mewariskan Identitas Bangsa
📅 Selasa, 18 Nov 2025, 11:02 WIB | Oleh: Haryo BronoKompetisi ini dinilai oleh dewan juri yang kompeten di bidang seni dan budaya, yaitu Agus Noor (Sutradara/Penulis), Kurniawati Yuli Pratiwi (Ketua AyoDi), Yunita Andra (PJ Divisi Program AyoDi), Muhammad Ilham (PJ divisi riset dan inovasi AyoDI).
Ajang ini dimeriahkan kehadiran tokoh-tokoh penting yang turut serta memberikan dukungan, di antaranya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Inisiator YIPB Reda Mathovani, Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya yang diwakili oleh Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif Dessy Ruhati, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Denny Achmad, dan Ketua YIPB Muhammad Rizal Sutono.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kesiapan Balai Kota untuk menjadi rumah bagi penyelenggaraan kegiatan budaya seperti ini. Dia bahkan menawarkan kerja sama untuk membukukan cerita rakyat dari seluruh provinsi bersama anak-anak Jakarta.
“Kalau perlu, kita bukukan bersama cerita rakyat dari sabang sampai merauke. Ini akan sangat berguna untuk anak-anak kita,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Pramono menyoroti pentingnya memperkuat literasi melalui ruang baca di sekolah, RPTRA, dan taman-taman kota. Menurutnya, DNA bangsa Indonesia adalah storytelling, bukan membaca semata. Karena itu, ruang-ruang yang memfasilitasi kegiatan membaca cerita harus diperbanyak.
Sesi Spesial dan Penampilan Bintang
“Suara Nusantara” tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah edukasi. Pada babak semifinal, para peserta dan masyarakat umum berkesempatan mengikuti workshop menarik "Semua Bisa Mendongeng" bersama Kak Onie dari Ayo Dongeng Indonesia (AyoDi).
Sebaiknya Anda baca juga:
Puncak kemeriahan akan terjadi di babak final, dengan penampilan spesial dari Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Prof. Reda Manthovani. Beliau akan turun langsung ke panggung untuk mendongeng, membawakan kisah rakyat Betawi yang legendaris, "Si Pitung".
“Melalui event ini, kami menaruh harapan yang besar, sejalan dengan tema kita 'Menghidupkan Legenda Menginspirasi Masa Depan.' Semoga festival ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan menjadi titik balik kesadaran bahwa kekayaan terbesar bangsa ini terletak pada keanekaragaman budayanya,” ungkap Cahaya Manthovani.
Melihat tingginya antusiasme, Navaswara berencana untuk memperluas jangkauan festival. “Kami akan menggelar Suara Nusantara di daerah lainnya. Sampai berjumpa di Suara Nusantara selanjutnya,” janjinya.
Sementara itu, Maya Miranda Ambarsari, Ketua Pembina Yayasan Inklusi Pelita Bangsa mengatakan, Festival Suara Nusantara bukan sekadar panggung mendongeng, tetapi ruang bagi anak-anak untuk menemukan kembali jati diri bangsanya melalui cerita rakyat.
"Kami di Yayasan Inklusi Pelita Bangsa percaya bahwa literasi budaya adalah fondasi penting untuk menumbuhkan generasi yang berkarakter, percaya diri, dan berakar kuat pada nilai-nilai kebaikan. Melihat antusiasme para peserta, kami optimistis bahwa warisan leluhur ini akan terus hidup dan relevan di masa depan," ujarnya.
Acara Suara Nusantara terlaksana melalui kerja sama Navaswara Bhuwana Kencana dan Navaswara.com dengan dukungan berbagai lembaga. Dukungan hadir dari Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, PT iForte Solusi Infotek, BRI, PT Bank Mandiri Tbk, PT Tangkas Cipta Optimal, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, PT Astra International Tbk, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, The Grand Platinum Hotel Jakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT Sanghiang Perkasa, PT Almaz Fried Chicken, serta PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir JNE.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!