Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dishub Jatim: Gresik, Probolinggo dan Jember Berpotensi Jadi Stasiun Hub Kereta Cepat Whoosh Sampai Banyuwangi

📅 Selasa, 18 Nov 2025, 05:39 WIB | Oleh:
Dishub Jatim: Gresik, Probolinggo dan Jember Berpotensi Jadi Stasiun Hub Kereta Cepat Whoosh Sampai Banyuwangi Doc: Istimewa
Ket. Kadishub Jatim, Nyono mengatakan, masyarakat berhak menikmati peningkatan layanan transportasi dengan kehadiran kereta cepat Whoosh yang lebih luas.

SURABAYA - Dinas Perhubungan Jawa Timur menyambut baik rencana pemerintah yang ingin melanjutkan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh ke Banyuwangi, seperti yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto belum lama ini. 

Dimintai pendapatnya terkait keinginan presiden itu, Kadishub Jatim, Nyono, mengaku optimis perpanjangan rute Whoosh hingga Jawa Timur akan disambut oleh masyarakat karena memiliki pasar potensial mengingat tingginya okupansi penumpang berbagai moda transportasi Jakarta-Surabaya saat ini. 

"Menurut saya harus dilakukan supaya lebih banyak masyarakat bisa menikmati kereta berteknologi kecepatan tinggi. Jadi bukan hanya meningkatkan konektivitas tapi juga meningkatkan kualitas layanan, termasuk menikmati kereta dengan kecepatan 400 kilometer per jam."

"Sedangkan jalurnya bisa sejajar dengan yang rel yang ada sekarang, memanfaatkan tanah pemerintah. Tapi karena ini kereta cepat harus dibangun elevated (melayang)," ungkap Nyono. 

Untuk meringankan pembiayaan, ia mengusulkan proyek tersebut dapat dkerjasamakan dengan pihak swasta dengan penerapan Transit Oriented Development (TOD) untuk membangun stasiun hub yang akan menjadi simpul-simpul ekonomi baru. 

"Perencanannya bisa bekerja sama dengan swasta, TOD-TOD itu kita rencanakan di mana saja titik-titik pemberhentian kereta. Itu nanti akan menjadi kawasan yang berkembang, seperti di Manggarai."

"Hub ini nanti dikasihkan swasta, tapi mereka diberikan beban untuk membangun rel dan stasiun-stasiunnya," jelas Nyono. 

Dia melanjutkan, investor-investor swasta tersebut kemudian diberi konsesi hak kelola stasiun hub tersebut dengan segala potensi ekonominya. 

"Otomatis kalau diberi konsesi mungkin (tertarik), misalnya pengelolaan TOD dua puluh tahun, atau (banyak berlaku) sekarang yang panjang, lima puluh tahun. Tapi mereka yang membangun jalur Whoosh-nya," ungkap dia. 

Nyono mengaku optimis cara tersebut dapat berhasil, ia memberi contoh skema kerja sama TOD telah diterapkan dalam pengembangan proyek kereta cepat di Thailand. 

"Di Thailand berhasil seperti itu. Jadi dalam 200 kilometer, ada sepuluh investor (stasiun hub) yang membangun jalur kereta cepat. Jadi minim dana pemerintah," tuturnya. 

Untuk melakukannya, pemerintah dapat mengarahkan konsultan proyek untuk menyiapkan titik-titik TOD kereta Whoosh yang potensial di Jatim. 

"Kalau Stasiun Pasar Turi Surabaya sudah pasti, selain itu bisa Gresik. Untuk ke arah timur mungkin kota-kota seperti Probolinggo atau Jember," pungkasnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

33 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.