Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Yogyakarta Siaga Sampah! DLH Pasang Timbangan Digital Jelang Lonjakan Nataru

📅 Jumat, 14 Nov 2025, 02:15 WIB | Oleh:
Yogyakarta Siaga Sampah! DLH Pasang Timbangan Digital Jelang Lonjakan Nataru Doc: ANTARA/Luqman Hakim
Ket. Tumpukan kantong sampah menumpuk di salah satu depo sampah di Kota Yogyakarta, Kamis (13/11).

YOGYAKARTA - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta memasang timbangan digital di depo-depo sampah untuk memantau volume timbulan sampah yang berpotensi meningkat.

Langkah ini dilakukan guna memastikan pengangkutan dan pengelolaan sampah tetap terkendali di tengah lonjakan aktivitas warga dan wisatawan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Yogyakarta Ahmad Haryoko menyebut pemasangan timbangan digital untuk pendataan dan memastikan alur pengangkutan sampah terkendali.

"Baru terpasang di delapan titik. Targetnya 13 titik (depo sampah)," kata dia saat diskusi terkait pengelolaan sampah di DIY di Gedung DPRD DIY, Kota Yogyakarta, Kamis.

Delapan depo yang telah dipasang timbangan digital saat ini adalah Depo Lapangan Karang, THR, Pura Wisata, Argolubang, Mandala Krida, Pringgokusuman, Nitikan, Utoroloyo, dan Sorosutan.

Haryoko mengatakan seluruh pemasangan timbangan digital ditargetkan rampung pada Desember 2025, termasuk satu lokasi yang belum dipasangi perangkat, yakni depo di dekat RRI Kotabaru, Yogyakarta.

Menurut dia, timbangan digital dipasang untuk memastikan pencatatan volume sampah harian di setiap depo.

Alat itu tidak digunakan sebagai pembatas tonase, melainkan untuk mengetahui realitas volume timbulan sampah secara lebih akurat.

"Tidak ada batasan sebenarnya. Jadi, timbangan lebih untuk mengukur, kaitannya dengan realitas, sebenarnya berapa sih dari sampah kita. Intinya untuk pendataan," ujarnya.

Menjelang Nataru, lanjut Haryoko, DLH Kota Yogyakarta masih mendapat dukungan DLHK DIY untuk pembuangan sampah ke TPST Piyungan, Bantul.

DLH Yogya mengajukan kuota 300 ton per minggu untuk pengangkutan selama periode tersebut.

Haryoko menyebut kuota itu mencukupi meskipun rata-rata produksi sampah harian Kota Yogyakarta mencapai sekitar 200 ton karena sebagian ditangani melalui unit-unit pengolahan.

"Tidak hanya kemudian mengandalkan TPA saja. Kami optimalkan juga di unit pengolahannya," kata dia.

Ia memastikan kuota 300 ton per minggu itu akan berlaku hingga awal Januari 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.