Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Babak Baru Perang Iran dengan Israel Hanya Masalah Waktu, Teheran Tumpuk Stok Rudal

📅 Jumat, 14 Nov 2025, 05:05 WIB | Oleh:

Rudal Iran menghantam kilang minyak di Haifa dan menghantam sebuah rumah sakit, sebuah lembaga sains, serta permukiman. Rudal-rudal tersebut juga mendarat di atau dekat pangkalan udara Israel dan pos komando tingkat tinggi.

Strategi Iran adalah menghancurkan pertahanan udara Israel yang berlapis-lapis dengan meluncurkan salvo 100+ rudal dalam satu gelombang.

Didorong oleh keberhasilannya menyerang wilayah Israel selama perang 12 hari, Iran telah memutuskan untuk menggandakan produksi misilnya.

Minggu lalu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa kekuatan rudal Teheran saat ini melampaui level sebelum perang 12 hari dengan Israel pada bulan Juni dan bahwa musuh bebuyutannya telah dikalahkan dalam konflik tersebut.

" Kekuatan rudal kita saat ini jauh melampaui kekuatan rudal perang 12 hari. Musuh dalam perang 12 hari terakhir gagal mencapai semua tujuannya dan akhirnya dikalahkan, " kata Araghchi.

Mengenang keberhasilan Iran dalam menyerang wilayah Israel, Araghchi berkata, “ Dalam perang ini, langit di atas rezim Zionis berada di bawah kendali Republik Islam, dan tidak ada lapisan pertahanan yang dapat menghentikan rudal kami .”

" Produksi pertahanan Iran telah meningkat, baik kuantitas maupun kualitasnya , dibandingkan sebelum perang 12 hari yang dipaksakan Israel pada bulan Juni, " kata Brigjen Aziz Nasirzadeh, Menteri Pertahanan Iran .

Khususnya, Iran juga mendapat bantuan besar dari Tiongkok dalam program pembangunan kembali misilnya.

CNN melaporkan bulan lalu bahwa “ sumber intelijen Eropa mengatakan beberapa pengiriman natrium perklorat, prekursor utama dalam produksi propelan padat yang menggerakkan rudal konvensional jarak menengah Iran , telah tiba dari Tiongkok ke pelabuhan Bandar Abbas di Iran .”

Menurut sejumlah laporan media, Tiongkok juga memasok sistem Pertahanan Udara HQ-9 yang canggih ke Iran, dan Rusia menyediakan jet tempur MiG-29 ke Teheran.

Pada bulan Oktober, dugaan kebocoran dari Rostec, konglomerat pertahanan negara Rusia , menunjukkan bahwa Iran mungkin sedang bersiap untuk memperoleh 48 jet tempur Sukhoi Su-35 dari Moskow. 

Sementara itu, Israel fokus pada pengisian celah pertahanan udaranya yang terungkap oleh rudal balistik Iran selama perang 12 hari.

Israel menghadapi tantangan dua arah: meningkatkan tingkat intersepsi misilnya, yang mencapai sekitar 85-90 persen selama perang Juni, dan meningkatkan produksi rudal pertahanan udaranya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Bupati Bogor Kerahkan Pejab...
Daerah
BPS Kota Cirebon Sasar 46 R...
Daerah
BPBD: Tiga Desa di Purbalin...
Megapolitan
Pemerintah Provinsi Banten ...
Rona
SDN Malabar II, SR Tertua J...
Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Momentum Perkuat Wisata Dalam Negeri
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.