Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Saat Konsumen Dikepung Promo, Relevansi Jadi Kunci Interaksi yang Bermakna

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 11:15 WIB | Oleh:
Saat Konsumen Dikepung Promo, Relevansi Jadi Kunci Interaksi yang Bermakna Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA – Menjelang akhir tahun, layar ponsel masyarakat Indonesia dibanjiri berbagai penawaran dari flash sale, potongan harga, hingga notifikasi promo di berbagai aplikasi. Di balik euforia belanja ini, banyak konsumen justru merasa kewalahan oleh volume pesan promosi yang datang bersamaan. Tantangan bagi brand kini bukan hanya tampil menonjol, tetapi bagaimana menjadi relevan dan berguna di tengah disrupsi informasi tersebut.

Fenomena ini bukan tanpa data. Laporan NielsenIQ 2024 mencatat bahwa lebih dari 70% konsumen Indonesia menerima pesan promosi dari minimal tiga kanal berbeda selama periode akhir tahun, dan 42% di antaranya mengaku sering mengabaikan pesan karena dirasa tidak relevan. Padahal, di periode yang sama, intensi belanja konsumen meningkat tajam, didorong oleh bonus akhir tahun, liburan, dan dorongan emosional untuk berbelanja bagi diri sendiri maupun keluarga. Artinya, peluang besar sering kali hilang bukan karena kurangnya promosi, tapi karena pesan tidak sampai dengan konteks yang tepat.

“Sebagai konsumen, kita semua ingin merasa dipahami, bukan dibombardir oleh pesan massal. Brand yang memahami kapan dan bagaimana berkomunikasi akan selalu lebih diingat, bahkan tanpa perlu diskon besar-besaran. Keunggulan kompetitif hari ini bukan lagi soal seberapa sering brand berbicara, tetapi seberapa cerdas mereka mendengarkan. Dengan dukungan teknologi komunikasi yang terintegrasi, brand dapat menempatkan setiap pesan dalam konteks yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” jelas Chief Business Officer Sprint Asia Technology, Rizka Tunnisa dalam keterangan tertulis, Kamis (13/11).

Masalahnya, di tengah banyaknya kanal komunikasi, mulai dari media sosial, email, chat hingga SMS, banyak pesan kehilangan konteks karena tidak tepat sasaran. Konsumen bisa menerima tawaran yang sama berkali-kali, atau malah mendapat promosi yang sudah tidak relevan. Hal ini menurunkan efektivitas campaign sekaligus mengganggu pengalaman pelanggan.

Kini banyak brand mulai mengadopsi pendekatan omnichannel communication, yakni strategi yang menyatukan seluruh interaksi pelanggan lintas kanal ke dalam satu alur komunikasi terpadu. Dengan memanfaatkan sistem pengiriman pesan cerdas dan analisis perilaku, brand dapat menyesuaikan waktu, format, dan isi pesan sesuai kebiasaan pengguna. Hasilnya, promosi tidak lagi dianggap gangguan, tetapi hadir sebagai rekomendasi yang relevan dan membantu.

Di tengah dinamika perilaku konsumen yang makin kompleks, kemampuan brand untuk menjaga konsistensi dan relevansi pesan di berbagai kanal menjadi faktor pembeda utama. Tidak cukup hanya hadir di banyak platform, brand juga perlu memastikan bahwa setiap interaksi memiliki konteks yang nyambung dan saling memperkuat. Ketika komunikasi di media sosial, chat, email, dan pesan langsung dapat bekerja selaras, pengalaman pelanggan terasa lebih alami dan berkesinambungan.

“Di era disruptif ini, komunikasi efektif bisa lahir dari keterhubungan berbagai kanal dan kolaborasi antar-teknologi. Setiap kanal punya kekuatan masing-masing, tapi nilai sesungguhnya muncul ketika semuanya saling terhubung dan berbicara dengan satu suara. Di situlah teknologi berperan, bukan untuk menggantikan manusia, tapi untuk memastikan setiap pesan punya konteks, kesinambungan, dan makna.” tutup Rizka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pascagempa 6,7 Sulteng Bantuan Dialirkan ke Pengungsi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pascagempa 6,7 Sulteng Bant...
Nasional
Diskum Batam Catat 11 Bangu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.