Ambang Perang Baru, Pakistan Mobilisasi Militer Besar-besaran ke Perbatasan India
📅 Kamis, 13 Nov 2025, 05:38 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDinamika Pencegahan dan Implikasi Regional Internasional
Postur pre-emptive Pakistan mengungkapkan betapa rapuhnya struktur pencegahan keamanan di Asia Selatan.
Kehadiran aset nuklir taktis secara simultan dan masa depan kekuatan konvensional mengurangi waktu respons strategis bagi kedua belah pihak jika krisis meletus.
Analis keamanan khawatir bahwa doktrin balasan otomatis atau kompromi cyber terhadap sistem peringatan dini dapat memicu eskalasi yang tidak disengaja.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sudut pandang ekonomi, mobilisasi besar-besaran ini memberi tekanan besar pada keseimbangan fiskal Pakistan yang rapuh.
Jika 30.000 anggota tetap dikerahkan dengan perkiraan biaya 10.000 dolar masing-masing, beban keuangan jangka pendek bisa mencapai 300 juta dolar AS
Operasi yang berkepanjangan akan meningkatkan pengeluaran pertahanan dan mengikis cadangan keuangan yang signifikan untuk pembayaran utang nasional di bawah Dana Moneter Internasional (IMF).
Sebaiknya Anda baca juga:
India, meskipun memiliki ekonomi yang lebih besar, juga berisiko volatilitas pasar dan arus keluar modal jika terjadi krisis yang berkepanjangan.
Investor asing yang sensitif terhadap guncangan geopolitik dapat menunda komitmen mereka, semakin merusak lintasan pertumbuhan India.
Di tingkat regional, krisis ini telah melanggar garis kesetiaan antara negara adidaya.
Tiongkok telah menekankan kedaulatan Pakistan sejalan dengan kepentingan ekonominya di bawah CEC, sementara Washington meminta kedua belah pihak untuk menahan diri dan mengadakan dialog.
Rusia, yang mempertahankan hubungan strategis dengan kedua negara, menyerukan “ketenangan strategis” sambil menyatakan kekhawatiran bahwa ketegangan yang sedang berlangsung dapat mengganggu rute energi di seluruh Asia Tengah.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadakan pertemuan darurat tentang masalah ini, tetapi hak veto di antara anggota masih menggagalkan resolusi konkret.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!