Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ambang Perang Baru, Pakistan Mobilisasi Militer Besar-besaran ke Perbatasan India

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 05:38 WIB | Oleh:

Sumber-sumber militer mengidentifikasi bahwa unsur-unsur dari I Strike Corps dan XI Corps, yang penting untuk operasi pertahanan dan serangan balik di Punjab dan Kashmir, kini telah dimobilisasi.

Angkatan Udara Pakistan (PAF) juga telah menaikkan tingkat siaga di masa depan dengan mengeluarkan NOTAM untuk membatasi penerbangan sipil dan mempertahankan saluran udara untuk operasi militer.

Postur tersebut mencerminkan aspek Operasi Parakram (2001-2002) ketika Pakistan yang diserang dengan cepat berhasil mencegah mobilisasi skala besar India tanpa pertempuran.

Namun, mobilisasi kali ini lebih berhati-hati, dengan sinyal yang jelas bahwa Pakistan ingin menyoroti pencegahan, daripada invasi.

Perkiraan menunjukkan bahwa antara 20.000 dan 30.000 personel militer telah ditempatkan di garis depan, didukung oleh brigade lapis baja, artileri yang bergerak sendiri dan sistem pertahanan udara yang dilaminasi.

Tim rudal Pakistan termasuk Ghauri, Shaheen-III dan Babur-1B dilaporkan berada pada tingkat kesiapan yang lebih tinggi.

Penggunaan aset ISR seperti Karakoram Eagle AWCS dan platform KJ-500 buatan China memberi Pakistan cakupan pengawasan terus menerus dari gerakan militer India.

Formasi Integrated Battle Groups (IBG), yang dibuat setelah konflik Mei 2025, dioptimalkan untuk dikerahkan dengan cepat dan menanggapi serangan mekanis.

Mobilisasi itu juga termasuk elemen maritim ketika Angkatan Laut Pakistan meningkatkan patroli di Laut Arab dan memindahkan kapal selam kelas Hangor ke daerah-daerah strategis di dekat rute sempit.

Operasi udara difokuskan pada kesiapsiagaan preventif melalui pesawat JF-17 Block III yang dilengkapi dengan rudal PL-15E jarak jauh, memberi Pakistan keuntungan serangan udara dalam ke wilayah udara India.

Kombinasi mobilisasi komprehensif ini mencerminkan postur hibrida, yang menggabungkan kekuatan pencegahan dengan kemampuan operasional multi-domain untuk mempertahankan elemen kejut dan kebingungan strategis bagi lawan.

Bagi India, kompleksitas pengaturan ini menciptakan ambiguitas strategis yang membuat sulit untuk menilai apakah gerakan itu defensif, korsentris, atau persiapan untuk serangan.

Situasi ini meningkatkan risiko intervensi tidak langsung atau tindakan eskalasi, khususnya jika terjadi salah tafsir dalam operasi taktis di perbatasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.