Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ambang Perang Baru, Pakistan Mobilisasi Militer Besar-besaran ke Perbatasan India

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 05:38 WIB | Oleh:

Islamabad menuduh intelijen India menyusup ke sel Tehreek-e-Taliban (TTP) Pakistan melalui saluran Afghanistan untuk mengacaukan stabilitas internal negara itu.

Tuduhan itu sejalan dengan klaim berulang Pakistan bahwa New Delhi menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis untuk mengobarkan perang hibrida melawan sayap barat Pakistan.

India, di sisi lain, menolak klaim itu sebagai “desain untuk mengalihkan perhatian,” dan menekankan bahwa dukungan Pakistan untuk jaringan militan jihad tetap menjadi hambatan utama bagi perdamaian di wilayah tersebut.

Dari perspektif New Delhi, ledakan di Delhi adalah kelanjutan dari pola pemaksaan asimetris yang bertujuan untuk menggagalkan kemajuan diplomatik India secara internasional.

Pertimbangan politik di kedua belah pihak memperburuk krisis.

Perdana Menteri India mengintensifkan retorika nasionalis yang menekankan kekuatan untuk memerangi terorisme menjelang pemilihan umum yang mendekat.

Di bagian Pakistan, pemerintah yang menghadapi kelemahan ekonomi dan ketidakstabilan politik domestik menggunakan konfrontasi eksternal sebagai cara untuk mengkonsolidasikan dukungan di negara itu.

Dari sudut pandang geostrategis, perpecahan ini mencerminkan perubahan lanskap kekuatan besar.

Aliansi erat Pakistan dengan Tiongkok di bawah inisiatif China–Pakistan Economic Corridor (CPEC) bertentangan dengan keterlibatan India dalam aliansi Quad dengan Amerika Serikat, Jepang dan Australia.

Setelah penarikan Amerika Serikat dari Afghanistan, kedua belah pihak mengeksploitasi kekosongan kekuasaan untuk memperluas pengaruh mereka, membuat koridor Hindu Kush zona spion dan aktivitas militan.

Koalisi dinamis yang melibatkan terorisme, nasionalisme dan politik kekuasaan ini telah menciptakan suasana yang mudah disalahartikan dan memiliki potensi untuk mengarah pada salah urus strategis.

Retorika Kepemimpinan

Pernyataan para pemimpin di kedua negara telah semakin menegangkan narasi publik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.