Ekosistem Storytelling Diperkuat Kemenekraf Lewat SCENE 2025 Alumni
📅 Selasa, 11 Nov 2025, 22:01 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya memperkuat ekosistem storytelling nasional melalui program kolaborasi bersama Wahana Edukasi yang bertajuk SCENE 2025 Alumni Bootcamp.
“Kami ingin memastikan bahwa industri film, televisi, dan media digital menjadi pilar kuat dalam perekonomian nasional. Melalui program seperti SCENE, kita tidak hanya melatih talenta, tetapi juga menciptakan jembatan antara karya dan pasar global," kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (11/11).
Riefky mengatakan program itu dirancang sebagai masterclass intensif bagi enam penulis skenario terbaik, yang menjadi alumni dari SCENE 2020–2024.
Pemilihan peserta dilakukan berdasarkan kualitas naskah dan kesiapan mereka untuk memasuki pasar industri kreatif nasional dan internasional.
Tahun ini, terdapat enam penulis skenario terbaik menjalani masterclass intensif selama sepekan untuk mengasah naskah serial orisinal mereka agar mampu bersaing di pasar televisi dan platform digital global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mereka adalah Amelya Juwitasari (Jawa Timur), I Kadek Prawira Nugraha (Bali), Danan Wahyu Sumirat (Kepulauan Riau), Dhanny Wijaya Setiawan (Jambi), Rinipta Swasti Simson (Jawa Barat), dan R. Deddy Hermawan (Jawa Barat).
Peserta terpilih akan dibimbing langsung oleh mentor dan praktisi senior industri film dan media melalui sesi pelatihan yang dirancang komprehensif. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, 3–9 November 2025, di Morrissey Hotel, Jakarta.
Materi pelatihan mencakup tiga pilar utama: penulisan mendalam, produksi audiovisual, dan penguatan bisnis. Peserta belajar teknik cinematic storytelling, action & dialogue patterns, dan writing with cinematic awareness, memahami aspek produksi seperti visual editing, sound design, hingga perencanaan sizzle reel, serta memperkuat kemampuan negosiasi dan pitching modern agar mampu menjual naskah sebagai karya berbasis kekayaan intelektual (IP).
Sebaiknya Anda baca juga:
Hasil utama dari bootcamp ini berupa naskah sinematik (lock script) dan sizzle reel, yaitu trailer profesional yang digunakan untuk pitching ke calon produser, platform OTT, maupun investor.
Karya para peserta nantinya akan difasilitasi untuk mengikuti Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market di Yogyakarta sebagai langkah nyata membawa naskah orisinal Indonesia ke panggung internasional.
Selain memperkuat ekosistem storytelling Indonesia, diharapkan para peserta mampu menyediakan konten Over-The-Top (OTT) global. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!