Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Siapa Arif Satria? Rektor IPB yang Dilantik Menjadi Kepala BRIN, Simak Profilnya

📅 Senin, 10 Nov 2025, 19:17 WIB | Oleh:
Siapa Arif Satria? Rektor IPB yang Dilantik Menjadi Kepala BRIN, Simak Profilnya Doc: ANTARA/Andi Firdaus.
Ket. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Arif Satria menjawab pertanyaan wartawan setelah acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11).

JAKARTA - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University Prof Arif Satria resmi dilantik sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggantikan Laksana Tri Handoko pada Senin (10/11) ini.

Arif Satria dikenal sebagai akademisi dengan kiprah panjang di bidang kelautan, perikanan, dan kebijakan publik. Lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 17 September 1971, Arif menempuh pendidikan sarjana di IPB University pada program Penyuluhan Pertanian.

Ia kemudian melanjutkan studi magister Sosiologi Perdesaan di kampus yang sama, dan meraih gelar doktor di bidang Marine Policy dari Kagoshima University, Jepang, pada 2006.

Arif mulai berkarier sebagai dosen IPB sejak 1997 dan kini menjadi Guru Besar tetap bidang Ekologi Politik di Fakultas Ekologi Manusia. Ia terpilih menjadi Rektor IPB pada 2017 dalam usia 46 tahun dan kembali dipercaya memimpin kampus tersebut untuk periode 2023–2028.

Dalam kepemimpinannya, IPB diarahkan menjadi Techno-Socio Entrepreneurial University, yakni perguruan tinggi yang menekankan kolaborasi antara teknologi, sosial, dan kewirausahaan. Di bawah Arif, IPB juga memperkuat peran riset terapan melalui kerja sama dengan industri serta penerapan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk manajemen talenta dosen dan peneliti.

Di luar kampus, Arif aktif dalam penyusunan kebijakan publik. Ia tercatat turut berkontribusi dalam perumusan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, revisi pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta pengembangan konsep ekonomi biru (blue economy).

Arif Satria juga aktif dalam berbagai peran penting di tingkat nasional, termasuk menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) periode 2021-2026, pernah menjadi Ketua Umum Forum Rektor Indonesia (FRI), dan baru-baru ini terpilih sebagai Wakil Ketua Panitia Seleksi KPK pada 2024.

Kiprahnya yang konsisten di bidang riset dan kebijakan membuat Arif dinilai layak memimpin BRIN. Komisi VII DPR menilai Arif memiliki kemampuan menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan inovasi nasional. Ia juga dianggap mampu memperkuat sinergi riset antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah.

Diketahui, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melantik Prof Arif Satria sebagai Kepala BRIN dan Prof Amarulla Octavian sebagai wakilnya, di Istana Negara, Jakarta, Senin.

Arif Satria yang saat ini menjabat sebagai Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), resmi menggantikan Laksana Tri Handoko berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 123/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BRIN.

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan memenuhi kewajiban dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya menurut Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta berbakti kepada nusa dan bangsa," kata Arif dan Amarulah dipandu oleh Presiden. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.