Dua Kawah Gunung Karangetang Bergemuruh, Masyarakat Sulut Harap Bersiaga
📅 Senin, 10 Nov 2025, 14:53 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
MANADO – Kondisi gunung Karangetang sedang tidak baik-baik saja. Dia terus mengeluarkan suara gemuruh. Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), Yudia P Tatipang mengatakan sering terdengar suara gemuruh dari kawah dua (utara) Gunung Karangetang, di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut.
"Gemuruh dari kawah dua tersebut menandakan adanya pelepasan energi. Itu (suara gemuruh), sering terdengar," kata Yudia Tatipang di Manado, Senin.
Dari aktivitas kegempaan yang terekam pada Minggu (9/11) yaitu sebanyak 145 kali gempa embusan dengan amplitudo: 7.5-50 milimeter selama 25.17-30.13 detik, lima kali gempa tremor non-harmonik dengan amplitudo: 20-30 milimeter selama 49.31-71.86 detik).
Terekam juga tremor harmonik sebanyak empat kali, dengan amplitudo: 20-25 milimeter, durasi 54.12-60.73 detik, dua kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo: 10-15 milimeter, durasi: 6.17-7.06 detik, tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo: 20-50 milimeter, S-P : 13.86-54.47 detik, durasi: 87.96-4665.56 detik. "Tingkat aktivitas Gunung Karangetang Level II (Waspada)," kata Yudia menambahkan.
Dia berharap warga di Pulau Siau mematuhi rekomendasi di antaranya, masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1.5 kilometer dari puncak hawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah barat daya dan selatan sejauh 2.5 kilometer.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.
Hujan dan Angin Kencang hingga Minggu
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) berpotensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang hingga Minggu (16/11).
"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan harian," kata Koordinator Bidang Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Astrid Y Lasut di Manado, Senin.
Astrid menjelaskan terdapat siklon tropis Fung-Wong di laut Filipina Timur yang dapat meningkatkan kecepatan angin dan menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Sulut.
Selanjutnya, kata dia, Madden Julian Oscillation (MJO) pada fase lima (Maritime Continent) berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Sementara nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif di wilayah Sulut, lanjutnya, berkontribusi terhadap peningkatan aktifitas konvektif. Gelombang atmosfer Kelvin dan ekuatorial Rossby bergerak melintasi wilayah Sulut juga memperkuat peningkatan aktivitas konvektif.
Nilai anomali suhu permukaan laut pada rentang 0,5 – 2.7 derajat Celsius di perairan sekitar Sulawesi Utara mempengaruhi penambahan massa uap air pada proses pertumbuhan awan konvektif. Sedangkan labilitas lokal yang kuat mendukung pertumbuhan awan-awan hujan disertai kilat/petir di sejumlah wilayah provinsi itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!