Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantuan Gaza Masih Terkendala Masuk

📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 21:41 WIB | Oleh:
Bantuan Gaza Masih Terkendala Masuk Doc: AFP

JENEWA - Terlepas dari kemajuan signifikan dalam peningkatan bantuan sejak gencatan senjata di Gaza, penundaan-penundaan dalam penghapusan hambatan berarti berbagai kebutuhan mendesak masih belum dapat terpenuhi. Demikian diungkap badan-badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (7/11).

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) menyatakan bahwa penyaluran bantuan masih terbatas di dua pos perlintasan saja, tanpa akses langsung dari Israel ke Gaza utara atau dari Mesir ke Gaza selatan, seraya menambahkan bahwa beberapa barang dan staf organisasi nonpemerintah tidak diizinkan masuk.

Sejumlah mitra PBB yang bekerja di bidang bantuan tempat perlindungan menyatakan bahwa sebagian besar pengungsi masih tinggal di situs darurat yang sudah terlalu penuh sesak, yang banyak di antaranya didirikan secara spontan di area terbuka atau tidak aman.

Mereka mengatakan bahwa begitu hambatan-hambatan dihapus, mereka memiliki cukup material yang tersedia untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan dari hampir 1,5 juta warga Palestina yang membutuhkan bantuan semacam itu.

Meski demikian, terdapat kemajuan di bidang pangan.

Sejak gencatan senjata pada 10 Oktober hingga 3 November tersebut, PBB dan mitra-mitranya telah mengumpulkan lebih dari 37.000 ton bantuan dari pos-pos perlintasan Gaza, yang sebagian besar berupa makanan, menurut Mekanisme 2720 PBB, kata OCHA.

Sejak gencatan senjata, Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) telah menjangkau lebih dari 1 juta orang dengan distribusi makanan, makanan panas, bantuan bakeri, camilan bergizi untuk anak-anak, layanan gizi yang diperluas, dan bantuan tunai digital.

OCHA menyatakan bahwa analisis geospasial terbaru yang dilakukan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) dan Pusat Satelit PBB menunjukkan bahwa hanya ada 13 persen lahan pertanian di Jalur Gaza yang belum rusak, dan sebagian besar di antaranya masih tidak dapat diakses karena lokasinya yang berada di wilayah-wilayah di mana pasukan militer Israel masih ditempatkan. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.