Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Modus Sindikat Narkoba Kini Sasar Perempuan dan Ibu Rumah Tangga, Menteri Arifah cemas!

📅 Selasa, 24 Jun 2025, 12:45 WIB | Oleh:
Modus Sindikat Narkoba Kini Sasar Perempuan dan Ibu Rumah Tangga, Menteri Arifah cemas! Doc: Antaranews

Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap meningkatnya peran perempuan, khususnya ibu rumah tangga sebagai kurir narkoba dalam jaringan sindikat yang semakin lihai.

“Kami sangat prihatin sekaligus cemas… modus operasi jaringan sindikat narkoba telah banyak menargetkan perempuan dan ibu rumah tangga… Dengan iming?iming penghasilan besar, mereka diberdaya untuk mengelabui petugas,” ujar Arifah saat jumpa pers di Jakarta, Selasa. Ia menekankan kerentanan sosial dan ekonomi menjadi faktor utama eksploitasi ini.

Lebih lanjut, Arifah menilai bahwa peran aktif perempuan dalam jalur operasional jaringan narkotika sangat berbahaya, “Yang lebih mengkhawatirkan… perempuan dan ibu?ibu ini juga terlibat aktif dalam operasional jaringan sindikat narkoba. Kondisi ini jelas mengancam integritas keluarga dan masa depan anak?anak,” terangnya.

Statistik BNN: Perempuan Jadi Target & Pelaku

Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat selama April hingga Juni 2025, tercatat 285 tersangka dalam kasus narkotika. Dari jumlah tersebut, 29 tersangka adalah perempuan membuktikan signifikan meskipun jumlahnya masih lebih rendah dibanding laki-laki (256). Selain itu, aparat menyita hampir 700 kg narkotika dalam periode tersebut.

Modus Operandi Ekstrem

Kepala BNN, Komjen Pol Martinus Hukom, mengungkapkan bahwa para kurir perempuan tak segan menggunakan metode ekstrem dalam menyelundupkan narkoba, seperti menyembunyikannya dalam organ intim tindakan yang menurutnya mencerminkan degradasi moral dan eksploitasi serius. Martinus mengingatkan, “Perempuan adalah pilar moral dalam keluarga. Ketika mereka hancur karena narkoba, anak?anak dan bangsa ikut hancur. Maka, mereka harus dilindungi, diberdayakan, dan dijauhkan dari jaringan jahat ini.”

Kenapa Perempuan Rentan Disasar?

Analisis BNN dan LBHM (Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat) menyebut ibu rumah tangga paling rentan diporgram sindikat. Dari studi 2020, tercatat 30 kasus kurir ibu rumah tangga dari 168 kasus perempuan, sebagian besar membawa sabu. Alasan utamanya, situasi ekonomi dan tingkat pengawasan sosial yang cenderung lebih longgar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.