Pentingnya Gerakan Selamatkan Pangan, RI Kehilangan 31 Persen Pangan dalam Rantai Pasok
📅 Jumat, 07 Nov 2025, 11:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memperluas langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui Gerakan Selamatkan Pangan (GSP). Gerakan yang diinisiasi sejak 2022 ini kini telah menjangkau 17 provinsi, dengan capaian penyelamatan lebih dari 224 ton pangan yang berhasil disalurkan kepada 456 ribu lebih penerima manfaat.
Gerakan ini menunjukkan bahwa kemampuan mengelola pangan agar tidak terbuang percuma menjadi salah satu apsek yang mendorong terwujudnya ketahanan pangan berkelanjutan.
Dalam momentum Hari Ritel Nasional 2025 di Jakarta, Kamis (6/11), Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mendorong kolaborasi lebih erat antara pelaku ritel, UMKM, bank pangan, pemerintah daerah, serta komunitas masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan pangan yang masih layak konsumsi.
“Pencegahan food loss dan food waste ini membutuhkan komitmen kita semua dalam rangka memperkuat ketahanan pangan secara menyeluruh. Sejak 2022, Gerakan Selamatkan Pangan telah kita dorong agar pangan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak terbuang percuma,” ujarnya.
Berdasarkan data BPS dan estimasi global, Indonesia berpotensi kehilangan hingga 31% pangan sepanjang rantai pasok—sekitar 17% berupa food waste di tingkat konsumen dan 14% food loss pada tahap produksi dan distribusi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau kita mampu mengurangi 5 persen saja dari jumlah tersebut, maka itu sudah cukup untuk memperkuat kecukupan pangan bagi jutaan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) Solihin menegaskan bahwa ritel siap menjadi mitra aktif dalam ekosistem penyelamatan pangan.
“Ini bukan lagi zamannya UMKM dan ritel berjalan sendiri-sendiri. Bukan bertanding, tapi bersanding. Ritel modern harus menjadi etalase untuk UMKM, termasuk dalam upaya penyelamatan pangan dan pengurangan pemborosan. Jika kita bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, Bapanas melaksanakan berbagai intervensi untuk menekan kehilangan dan pemborosan pangan, mulai dari edukasi dan kampanye perubahan perilaku konsumsi, hingga fasilitasi redistribusi pangan. Melalui kerja sama dengan pelaku usaha dan bank pangan, Bapanas juga menyediakan dukungan logistik seperti food truck dan mobil berpendingin agar pangan dapat didistribusikan tepat sasaran dan dalam kondisi baik.
Selain itu, penguatan sistem data dan pelaporan terus dikembangkan melalui platform digital “Stop Boros Pangan” (sbp.badanpangan.go.id) yang memungkinkan pelaku ritel maupun masyarakat melaporkan dan berkontribusi langsung dalam kegiatan penyelamatan pangan.
Hingga Oktober 2025, tercatat 40 pelaku usaha dan 23 bank pangan telah aktif berpartisipasi dalam gerakan ini di berbagai daerah. Kolaborasi tersebut berhasil menyalurkan hasil penyelamatan pangan ke masyarakat rentan di perkotaan maupun daerah terpencil, sekaligus menjadi model praktik baik dalam pengelolaan pangan berkelanjutan.
Jalur yang Tepat
Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Bapanas, Nita Yulianis, menegaskan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mencapai target penyelamatan pangan sebagaimana diarahkan dalam RPJMN dan komitmen global SDGs 12.
“Gerakan penyelamatan pangan ini sudah berjalan dan menunjukkan hasil. Tantangan kita saat ini adalah memperluas jangkauannya melalui kolaborasi yang lebih kuat, terutama dengan sektor ritel yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!