Topan Kalmaegi Tewaskan 114 Orang, Filipina Tetapkan Darurat Nasional!
📅 Kamis, 06 Nov 2025, 18:20 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Xinhua/HO-Palang Merah Filipina/aa. (Handou
ANKARA - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menetapkan status darurat nasional setelah Topan Kalmaegi menewaskan 114 orang dan membuat ratusan lainnya hilang. Lebih dari 1,4 juta warga terdampak, sementara negara masih bersiap menghadapi kedatangan Topan Uwan yang diperkirakan melanda dalam waktu dekat.
Keputusan ini diambil dalam sebuah pengarahan di Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana, menurut pernyataan kantor kepresidenan.
Marcos mengatakan deklarasi tersebut akan mempercepat upaya penyelamatan, bantuan, dan rehabilitasi, serta memungkinkan akses yang lebih cepat ke dana darurat dan menyederhanakan proses pengadaan.
“Karena luasnya, bisa dibilang, wilayah bermasalah yang telah terdampak Topan Tino (sebutan lokal Topan Kalmaegi) dan akan terdampak (Topan) Uwan, ada usulan dari dewan yang saya setujui untuk menetapkan status bencana nasional,” kata Marcos.
Ia menambahkan bahwa 10 hingga 12 wilayah diperkirakan akan terdampak oleh topan kembar tersebut seiring negara bersiap menghadapi Topan Uwan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Wakil Juru BIcara Kantor Pertahanan Sipil Diego Mariano, mengatakan 82 orang terluka di Visayas Tengah, wilayah yang paling parah terdampak, lapor media lokal Inquirer.
Topan dahsyat tersebut, yang dikenal secara lokal sebagai Topan Tino, merobohkan atap-atap rumah dan menumbangkan pohon serta tiang-tiang listrik, serta menyebabkan banjir besar.
Kalmaegi meninggalkan negara itu pada Kamis pagi, tetapi masih membawa hujan ke sebagian wilayah Luzon dan Mindanao, kata badan meteorologi negara itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih dari 500.000 orang telah mengungsi, dengan lebih dari 1,4 juta orang terdampak di wilayah Visayas Tengah, termasuk sebagian wilayah Provinsi Cebu.
Banjir besar dan tanah longsor juga telah memutus akses jalan di daerah-daerah terpencil, sementara beberapa kota mengalami pemadaman listrik, kata pihak berwenang.
Kehancuran ini terjadi juga akibat gempa bumi bermagnitudo 6,9 yang melanda Cebu pada 30 September, menewaskan banyak orang dan membuat ribuan orang mengungsi.
Pihak berwenang mengatakan upaya bantuan terus berlanjut sementara tim penyelamat berupaya mencapai daerah-daerah terpencil yang terputus oleh banjir dan tanah longsor.
Topan Kalmaegi menghantam dua daratan di wilayah Visayas pada Selasa pagi, pertama di Leyte Selatan dan kemudian di Cebu.
Topan ini diperkirakan akan menguat kembali di Laut Cina Selatan sebelum bergerak menuju Vietnam, di mana pihak berwenang sedang mempersiapkan kedatangannya pada Jumat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!