Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jelang COP30 di Brasil, Uni Eropa Berupaya Keras Segel Kesepakatan Iklim

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 10:56 WIB | Oleh: Tim Penulis

Janji komisi agar kredit tersebut mencakup hingga tiga persen dari pengurangan emisi suatu negara pada tahun 2040 gagal memenangkan hati para garis keras, dengan negara-negara termasuk Prancis mendorong ambang batas yang lebih tinggi, yaitu lima persen.

Beberapa negara juga menginginkan klausul peninjauan dalam undang-undang iklim 2040, yang memungkinkan target tersebut untuk dikaji ulang setiap dua tahun.

Kelompok-kelompok lingkungan telah menentang hal ini.

"Negara-negara Anggota tidak boleh semakin melemahkan proposal yang diajukan melalui celah yang tidak perlu," Sven Harmeling dari Climate Action Network Europe memperingatkan.

Namun, seorang diplomat yang terlibat dalam proses tersebut membela kompromi yang terbentuk di Brussel, sambil mengakui bahwa kompromi tersebut "tidak selalu indah".

"Di dunia nyata yang berlumpur, berantakan, dan buruk di luar sana, kami berusaha mencapai sesuatu yang baik," kata diplomat tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan untuk membahas pertimbangan sensitif tersebut.

"Ini adalah tindakan penyeimbangan yang cermat," simpul diplomat kedua, yang mengatakan negara-negara "tampaknya sedang mencapai kesepakatan."

Dengan waktu yang semakin dekat menuju COP30, negara-negara Uni Eropa pada bulan September menyetujui "pernyataan niat" yang tidak mengikat bagi blok tersebut untuk mengurangi emisi antara 66,25 persen dan 72,5 persen pada tahun 2035.

Untuk menghindari kebuntuan, para menteri diperkirakan akan meresmikan rentang tersebut sebagai NDC blok yang mengikat secara hukum berdasarkan Perjanjian Paris pada hari Selasa.

"Sangat tidak terpikirkan bahwa Uni Eropa akan tiba di Belem tanpa NDC," kata seorang sumber pemerintah Prancis. "Itu akan menjadi bencana diplomatik."

Uni Eropa menegaskan tetap berkomitmen pada perannya sebagai pemimpin iklim global, setelah memobilisasi 31,7 miliar euro ($36,6 miliar) dalam pendanaan iklim publik pada tahun 2024, menjadikannya donor terbesar di dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

02 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.