Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bocah 11 Tahun Kemudikan Truk dan Tabrak Prosesi Biksu di Thailand, 8 Tewas

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 17:45 WIB | Oleh:
Bocah 11 Tahun Kemudikan Truk dan Tabrak Prosesi Biksu di Thailand, 8 Tewas Doc: Istimewa
Ket. Polisi menyebut lima biksu meninggal di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya mengembuskan napas terakhir setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

BANGKOK – Delapan biksu Buddha meninggal dunia setelah sebuah truk pikap yang dikemudikan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun menabrak rombongan prosesi keagamaan di Provinsi Mukdahan, Thailand timur laut, Kamis (2/7).

Dari Channel Newa Asia, menurut kepolisian, rombongan yang terdiri atas 35 biksu dan lima pengikut awam sedang berjalan di tepi jalan dalam rangka ziarah ketika truk tersebut melaju dan menghantam mereka.

Seorang biksu yang selamat, Phra Sompong, mengaku sempat melihat truk melaju ke arah rombongan saat ia sedang melantunkan mantra meditasi.

"Tiba-tiba truk itu melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak kami. Saya dan seorang biksu lainnya berhasil melompat menghindar, tetapi rekan-rekan kami yang berada di belakang tidak sempat menyelamatkan diri," ujarnya.

Polisi menyebut lima biksu meninggal di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya mengembuskan napas terakhir setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Selain korban jiwa, sedikitnya 10 biksu mengalami luka-luka, dengan empat di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mukdahan.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) dari sekitar lokasi memperlihatkan rombongan biksu berjalan di bahu jalan sebelum terdengar benturan keras yang menghentikan prosesi.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bocah tersebut mengambil truk pikap milik orang tuanya tanpa izin. Ia diketahui mengemudikan kendaraan sejauh sekitar 10 kilometer sebelum kehilangan kendali dan menabrak rombongan biksu.

Kepala Kepolisian Provinsi Mukdahan, Mayor Jenderal Pairoj Thaiphutra, mengatakan kendaraan telah diamankan untuk pemeriksaan forensik guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Polisi juga akan memanggil orang tua anak tersebut untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab secara hukum.

Hingga kini, penyidik belum menetapkan tersangka maupun mengajukan tuntutan karena bocah itu masih mengalami syok dan belum dapat dimintai keterangan.

Gubernur Provinsi Mukdahan, Worayan Bunnarat, menyebut tragedi ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berlalu lintas dan pengawasan terhadap anak-anak. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

Thailand sendiri masih menjadi salah satu negara dengan angka kecelakaan lalu lintas yang tinggi. Faktor seperti kecepatan berlebih, kelalaian pengemudi, serta lemahnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas kerap menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan di negara tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polda Metro Jaya Bongkar Si...
Megapolitan
BMKG: Hujan Buatan Tak Bisa...
MK Tolak Pilkada Lewat DPRD, Rakyat Tetap Pilih Langsung

MK Tolak Pilkada Lewat DPRD, Rakyat Tetap Pilih Langsung

02 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.