Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuaca Panas Menyengat Bikin Kaget Warga Sumbar! BMKG Ungkap Penyebabnya

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 18:08 WIB | Oleh:
Cuaca Panas Menyengat Bikin Kaget Warga Sumbar! BMKG Ungkap Penyebabnya Doc: ANTARA/FathulAbdi
Ket. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Desindra Deddy Kurniawan.

PADANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) menjelaskan bahwa cuaca panas yang melanda Sumbar dalam beberapa hari terakhir dipicu dinamika atmosfer akibat tekanan rendah di wilayah utara. Kondisi ini membuat pertumbuhan awan menurun sehingga sinar matahari lebih maksimal mencapai permukaan.

"Dalam beberapa hari terakhir cuaca di Sumbar terasa panas, itu disebabkan oleh dinamika atmosfer," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Desindra Deddy Kurniawan di Padang, Selasa.

Ia menjelaskan, dinamika atmosfer itu dipicu oleh siklon tropis atau tekanan rendah di utara yaitu di sekitar Laut China Selatan.

"Tekanan rendah di utara mengakibatkan konsentrasi awan lebih banyak di sana, sehingga pertumbuhan awan di Sumbar kecil," jelasnya.

Ia melanjutkan, dengan kecilnya pertumbuhan awan di Sumbar maka sinar matahari yang diterima permukaan bumi menjadi maksimal, karena tutupan awan sedikit.

Akan tetapi, lanjutnya, suhu panas yang terjadi tersebut tidak sampai pada kondisi panas yang ekstrem untuk wilayah Sumbar.

Berdasarkan catatan BMKG dalam sepekan terakhir, suhu panas tertinggi yang terjadi di Sumbar hanya sampai 32 derajat Celcius.

"Jadi suhu maksimum absolut yang terjadi dalam sepekan terakhir hanya sampai 32 derajat, sehingga bukan panas ekstrem," jelasnya.

Lebih lanjut Desindra Deddy Kurniawan menjelaskan secara umum kondisi cuaca di Sumbar sedikit mengalami perbedaan akibat dinamika atmosfer.

Sebab ketika memasuki November, biasanya cuaca sudah mulai memasuki musim penghujan. Namun hingga 4 November musim hujan belum datang, dan yang terjadi malah suhu panas.

Ia mengatakan, dengan kondisi tersebut hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat adalah kondisi kesehatan, seperti banyak meminum air putih.

Selain itu, juga perlu memperhatikan kondisi tubuh di tengah dinamika cuaca tersebut, karena setelah mengalami panas dalam beberapa hari bisa saja cuaca berubah menjadi hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Koperasi Harus Bangkit! Fok...

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kerugian Besar Bangsa, Ruma...
Daerah
NTT Terus Diguncang Gempa S...

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
Program-program Unggulan Go...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.