Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BTN: Penyaluran KPP Capai Rp7,4 Triliun Sejak Program Diluncurkan

📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 09:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
BTN: Penyaluran KPP Capai Rp7,4 Triliun Sejak Program Diluncurkan Doc: ANTARA
Ket. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berfoto bersama jajaran BTN dan debitur Kredit Program Perumahan (KPP) di Menara BTN, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyalurkan pembiayaan Kredit Program Perumahan (KPP) secara kumulatif sebesar Rp7,4 triliun sejak program tersebut diluncurkan, terdiri atas Rp5,4 triliun untuk sisi suplai (supply) dan Rp2,0 triliun untuk sisi permintaan (demand).

Menurut perseroan, melalui kedua skema tersebut, pembiayaan menjangkau sisi penyediaan rumah sekaligus masyarakat produktif yang membutuhkan dukungan pembiayaan perumahan.

“Kita sudah banyak bekerja sama dengan UMKM, dari sisi developer, toko bangunan, dan kontraktor (penyaluran sisi supply). Selain itu, kita juga ada beberapa nasabah eksisting yang merupakan pengusaha untuk dari sisi KPP demand,” kata Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa usai kegiatan Sosialisasi KPP di Menara BTN, Jakarta, Jumat.

Untuk diketahui, KPP supply dapat dimanfaatkan antara lain oleh developer, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan dengan plafon kredit hingga Rp5 miliar.

Sementara KPP demand memberikan pembiayaan hingga Rp500 juta bagi UMKM perorangan untuk membeli, membangun, maupun merenovasi rumah guna mendukung kegiatan usaha.

Helmy mengatakan, potensi pertumbuhan KPP masih terbuka lebar. Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, BTN mencatat 353 peminatan dengan total plafon Rp424,944 miliar, terdiri atas 57 peminatan KPP supply senilai Rp288,970 miliar dan 296 peminatan KPP demand senilai Rp135,974 miliar.

Menurutnya, besarnya peminatan menunjukkan kebutuhan pembiayaan perumahan datang dari berbagai sisi. Perseroan pun akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, developer, kontraktor, toko bahan bangunan, dan pelaku UMKM agar manfaat KPP dapat menjangkau semakin banyak masyarakat.

Helmy menyampaikan bahwa penguatan KPP juga menjadi bagian dari upaya BTN memanfaatkan ekosistem perumahan yang telah dibangun perseroan untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

“Bagi masyarakat produktif, rumah bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi tempat usaha dan aset yang mendukung peningkatan penghasilan keluarga. Karena itu, kami ingin pembiayaan perumahan turut menciptakan kegiatan usaha, meningkatkan produktivitas, dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” kata Helmy.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi implementasi KPP yang dinilai dapat menjadi instrumen untuk mendorong pelaku UMKM dalam ekosistem perumahan naik kelas.

“Manfaat program ini sangat luar biasa. Dari sisi supply, subsidi bunganya sangat membantu. Mudah-mudahan, seperti tujuannya, UMKM baik kontraktor, developer maupun toko bangunan bisa naik kelas,” kata dia.

Maruarar mengatakan, meskipun KPP relatif baru, respons terhadap program tersebut sangat positif. Tingginya penyerapan turut mendorong peningkatan kuota KPP secara nasional dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun. Ia juga secara khusus menyoroti posisi BTN dalam penyaluran KPP supply.

“Programnya boleh baru, belum sampai setahun, tetapi ternyata responsnya sangat positif. Penyerapan sangat tinggi, makanya kuotanya dinaikkan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun. Dari sisi supply, BTN itu paling tinggi,” kata Maruarar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

54 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.