Tajikistan Tarik Kembali Ayni, India Kehilangan Satu-satunya Pangkalan Udara di Luar Negeri
📅 Senin, 03 Nov 2025, 15:35 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo STokoh anti-Taliban terkemuka, Ahmad Shah Massoud, dirawat di sebuah rumah sakit lapangan India di Farkhor setelah upaya pembunuhan pada tahun 2001 — sebuah simbol yang jelas akan peran strategis dan kemanusiaan fasilitas tersebut.
Bagi India, Ayni bukan sekadar pangkalan operasi terdepan — melainkan merupakan fokus utama ekspansi geopolitik New Delhi ke kawasan Eurasia.
Lokasi strategisnya menawarkan dua keuntungan utama: platform militer untuk memproyeksikan kekuatan udara di luar Asia Selatan, dan pusat pengawasan untuk memantau perbatasan Afghanistan-Pakistan yang bergejolak.
Setelah Perang Kargil 1999, India menyadari perlunya pos intelijen dan peringatan dini di luar perbatasannya sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pangkalan Ayni memenuhi kebutuhan tersebut, memungkinkan pesawat pengintai dan petugas intelijen India melacak pergerakan Taliban dan militansi regional di Provinsi Badakhshan, Afghanistan.
Dalam skenario perang hipotetis, pangkalan tersebut berpotensi digunakan sebagai landasan peluncuran bagi Angkatan Udara India untuk melancarkan serangan udara jauh ke Pakistan, termasuk operasi di Peshawar atau Abbottabad, yang memaksa Islamabad untuk mengerahkan sumber daya pertahanannya.
Selain aspek militer, Ayni juga mendukung kebijakan "Hubungkan Asia Tengah" yang diperkenalkan India pada tahun 2012, yang bertujuan untuk memperkuat hubungan ekonomi, energi, dan keamanan dengan negara-negara Asia Tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui proyek-proyek seperti Koridor Transportasi Utara-Selatan Internasional (INSTC) dan Pelabuhan Chabahar di Iran, India berupaya menghindari ketergantungan pada Pakistan untuk akses darat ke Asia Tengah dengan menciptakan jaringan logistik darat dan laut dari Samudra Hindia hingga Laut Kaspia.
Namun, kehadiran India di Ayni didasarkan pada sewa, alih-alih kepemilikan penuh, sehingga rentan terhadap perubahan politik di Dushanbe dan tekanan eksternal dari Moskow dan Beijing.
Tidak seperti strategi pangkalan AS atau Rusia yang berjangka panjang dan memiliki klausul pertahanan bersama, model India bergantung pada diplomasi dan otorisasi operasional yang terbatas.
Pendekatan yang hati-hati ini mencerminkan upaya India untuk memperluas pengaruh tanpa memicu sensitivitas regional, tetapi membuat pangkalan tersebut rentan terhadap perubahan geopolitik Eurasia.
Russia dan Tiongkok: Tekanan Strategis di Balik Mundurnya India
Penarikan diri India dari Ayni bukan sekadar berakhirnya masa sewa, melainkan akibat tekanan strategis yang terkoordinasi dari Russia dan Tiongkok, dua kekuatan besar yang mendominasi Asia Tengah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!