Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tajikistan Tarik Kembali Ayni, India Kehilangan Satu-satunya Pangkalan Udara di Luar Negeri

📅 Senin, 03 Nov 2025, 15:35 WIB | Oleh:

Dampak Geopolitik: Kekosongan Strategis India di Asia Tengah

Penarikan India dari Ayni pada Oktober 2025 menandai pengurangan besar dalam kehadiran militernya di luar Asia Selatan.

Angkatan Udara India dilaporkan telah membongkar detasemen helikopter Mi-17, hanggar perawatan, sistem radar, dan pusat logistik, memastikan tidak ada teknologi sensitif yang tertinggal.

Secara resmi, kedua negara menggambarkan penarikan tersebut sebagai "pengakhiran sewa yang wajar," tetapi waktu dan konteksnya menunjukkan dorongan strategis yang lebih dalam.

Hilangnya Ayni berarti India kini kehilangan satu-satunya pangkalan fisiknya di Asia Tengah, sehingga melemahkan kemampuannya untuk melawan ancaman terorisme lintas batas dan strategi anti-Pakistannya.

Kepergian India terjadi di saat Tiongkok sedang memperluas jaringan logistik militernya di Kirgistan dan Tajikistan, yang semakin memperkuat cengkeramannya di kawasan tersebut.

Di dalam negeri, partai-partai oposisi India mengecam langkah tersebut sebagai "kegagalan diplomasi strategis", mengklaim bahwa pemerintah telah salah menilai sejauh mana kerja sama Rusia-Tiongkok dalam merestrukturisasi geopolitik Asia Tengah.

Sementara itu, Tajikistan, meskipun kini menegaskan kedaulatannya di atas kertas, semakin terikat dengan Moskow dan Beijing, menggantikan satu mitra dengan dua kekuatan yang lebih dominan.

Fenomena ini menggambarkan "paradoks diplomasi multilateral" di Asia Tengah — di mana sebuah negara kecil mencoba menyeimbangkan hubungan dengan beberapa kekuatan besar tetapi akhirnya menyerah pada tekanan ekonomi dan militer.

Dampak penarikan diri India juga terasa di Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), yang mencakup India, Tiongkok, Rusia, dan Tajikistan. Penutupan Ayni menyoroti perpecahan dalam kerangka kerja sama Rusia-India-Tiongkok (RIC) akibat sengketa perbatasan dan perbedaan arah strategis.

Implikasi di Masa Depan dan Penyesuaian Strategis

Setelah hilangnya Ayni, India kini perlu merombak strategi Asia Tengahnya secara fundamental.

Para analis pertahanan memperkirakan New Delhi akan mengalihkan fokusnya ke kemitraan penggunaan ganda dan akses rotasi dengan Kazakhstan dan Uzbekistan, yang lebih netral dalam hubungan mereka dengan Moskow dan Beijing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.