Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tajikistan Tarik Kembali Ayni, India Kehilangan Satu-satunya Pangkalan Udara di Luar Negeri

📅 Senin, 03 Nov 2025, 15:35 WIB | Oleh:

India juga diperkirakan akan memperkuat kehadirannya di Teluk Persia dan Samudra Hindia, dengan memanfaatkan Pelabuhan Chabahar dan Koridor Transportasi Utara-Selatan (INSTC) untuk mempertahankan mobilitas strategis melalui perdagangan dan logistik tanpa memerlukan pangkalan permanen.

Dalam hal kemampuan udara, India diperkirakan akan meningkatkan pengawasan di sektor utara melalui drone berdaya tahan tinggi seperti Heron TP buatan dalam negeri dan UAV siluman Ghatak, untuk mengisi kekosongan pasca-Ayni.

Dari perspektif industri pertahanan, India dapat mempercepat proyek-proyek bersama dengan Rusia seperti peningkatan Su-30MKI, pengiriman sistem S-400, dan ekspor rudal BrahMos, untuk mempertahankan pengaruhnya meskipun ruang operasionalnya terbatas.

Namun, penyelarasan ulang Moskow yang lebih erat dengan Beijing telah membuat poros pertahanan Rusia-India kurang stabil, sehingga mempersulit strategi jangka panjang New Delhi di Eurasia.

Bagi Rusia dan Tiongkok, perebutan kembali Ayni oleh Tajikistan merupakan kemenangan simbolis dan strategis, yang membuktikan kemampuan mereka untuk menghalangi kekuatan asing dari negara Asia Tengah yang mereka anggap sebagai zona penyangga geopolitik bagi keamanan perbatasan mereka.

Para analis memperingatkan bahwa keberhasilan ini dapat mendorong tindakan bersama lebih lanjut untuk membatasi kehadiran negara-negara Barat atau non-blok di kawasan tersebut — termasuk kesepakatan logistik AS dengan Uzbekistan atau Turkmenistan.

Bagi Tajikistan, di bawah Presiden Emomali Rahmon, langkah ini muncul bersamaan dengan meningkatnya tantangan domestik seperti kemiskinan, pengangguran kaum muda, dan pengaruh ekstremisme dari perbatasan Afghanistan.

Pemerintah Rahmon diperkirakan akan berupaya mendiversifikasi bantuan internasional dengan membuka hubungan yang lebih erat dengan Uni Eropa, Iran, dan negara-negara Teluk, untuk mengurangi ketergantungan pada Rusia dan Tiongkok.

Pelajaran Strategis di Bawah Bayang-Bayang Pegunungan Pamir

Perebutan kembali Pangkalan Udara Ayni bukan sekadar akhir dari masa sewa India — ini merupakan pergeseran besar dalam geometri strategis Asia Tengah.

Langkah berani India dua dekade lalu kini berakhir sebagai pelajaran pahit tentang batas kemampuan kekuatan menengah untuk menghadapi penataan ulang kekuatan besar.

Kisah ini mengungkap kenyataan bahwa di bawah bayang-bayang Pegunungan Pamir, kedaulatan dan keselarasan politik adalah mata uang yang mudah berubah, ditentukan oleh tekanan, utang, dan diplomasi koersif.

Bagi India, hilangnya Ayni merupakan kemunduran simbolis tetapi juga menandakan kebangkitan strategi baru, yang menuntut inovasi di luar model pangkalan tradisional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
Nasional
Riset Evident: Wamen dan Wa...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Merah Tem...
Advertisement
Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.