Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko Pangan Dorong Petani Kulon Progo Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

📅 Senin, 03 Nov 2025, 16:55 WIB | Oleh:
Menko Pangan Dorong Petani Kulon Progo Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Doc: Dok. Pemkab Kulon Progo

KULON PROGO - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong para petani di Kulon Progo untuk memperkuat peran daerah dalam mendukung kemandirian pangan nasional. Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Rembuk Tani bertema “Wujudkan Swasembada Pangan Nasional” di Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (2/11/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, Direktur Keuangan Pupuk Indonesia Wono Budi Tjahyono, Kepala Dinas Pertanian Kulon Progo, Panewu Sentolo beserta Forkompimkap, Lurah Demangrejo, kelompok tani, dan sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen meringankan beban petani melalui kebijakan penurunan harga pupuk. “Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menurunkan harga pupuk. Ini bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada petani,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penurunan harga pupuk mencakup sejumlah jenis yang selama ini menjadi kebutuhan utama petani. Harga pupuk Urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK Phonska dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram, NPK Kakao dari Rp3.300 menjadi Rp2.640 per kilogram, ZA dari Rp1.700 menjadi Rp1.360 per kilogram, serta pupuk organik dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram.

Menurutnya, kebijakan tersebut memberi dampak langsung terhadap peningkatan produksi pertanian. Dengan ketersediaan pupuk yang terjamin dan harga yang lebih terjangkau, petani dapat bekerja lebih optimal. “Tahun lalu kita impor beras 4,5 juta ton. Tahun ini tidak impor lagi karena stok di Bulog sudah mencapai 4 juta ton,” jelasnya.

Zulkifli juga menyampaikan bahwa harga gabah di tingkat petani kini relatif stabil di atas Rp6.500 per kilogram dan bahkan mencapai Rp7.000 di beberapa wilayah. “Nilai tukar petani tahun ini naik hampir 7 persen. Ini artinya kesejahteraan petani juga meningkat,” katanya.

Lebih lanjut, Menko Pangan mendorong agar Kulon Progo dapat menjadi salah satu lumbung pangan utama di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan memaksimalkan setiap lahan yang tersedia. “Jangan ada lahan kosong, setiap jengkal tanah harus dimanfaatkan. Bisa tanam padi, jagung, cabai, sayuran, atau buah. Pemerintah akan terus mendukung dengan pupuk terjangkau, bibit bermutu, dan pasar yang luas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kebutuhan pangan nasional ke depan akan semakin besar seiring pelaksanaan program makanan bergizi gratis bagi 82,9 juta penerima manfaat, termasuk ibu hamil, balita, serta pelajar dari TK hingga SMA. “Kita butuh 82,9 juta porsi nasi, telur, sayur, dan ikan setiap hari. Artinya, petani, peternak, dan nelayan akan terus memiliki pasar yang besar,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, para petani menyampaikan apresiasi atas turunnya harga pupuk dan meningkatnya harga gabah, sekaligus mengusulkan agar pupuk SP-36 masuk ke dalam daftar pupuk bersubsidi, serta memperbaiki mutu benih dan ketersediaan pupuk petroganik di wilayah Sentolo.

Menanggapi hal itu, Zulkifli memastikan seluruh aspirasi akan ditindaklanjuti. “Semua masukan akan kita catat dan tindak lanjuti. Pemerintah berkomitmen mendengar langsung suara petani dan memperbaiki layanan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Sido Rukun, Seniya, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan petani. “Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memperhatikan kami para petani dan menurunkan harga pupuk hingga 20 persen. Mudah-mudahan dengan kebijakan ini, para petani semakin sejahtera, hasil panen meningkat, dan Indonesia menjadi negara yang lebih maju, makmur, dan sejahtera,” ujarnya.

Acara Rembuk Tani ditutup dengan ajakan Zulkifli Hasan kepada seluruh peserta untuk terus bekerja keras, menjaga persatuan, dan memanfaatkan lahan pertanian secara optimal guna mewujudkan swasembada pangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...
Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.