Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dapur SPPG Polresta Banyumas Rawat Gizi Anak lewat Sajian Aman

📅 Senin, 03 Nov 2025, 16:16 WIB | Oleh:
Dapur SPPG Polresta Banyumas Rawat Gizi Anak lewat Sajian Aman Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Seorang siswa SD Negeri 1 Bancarkembar, Kecamatan Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menghabiskan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan SPPG Polresta Banyumas pada hari Senin (3/11).

Purwokerto -- Di dapur besar milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas, setiap panci yang mengepul bukan sekadar untuk memasak, melainkan wujud kepedulian terhadap masa depan anak-anak.

Ya, di dapur SPPG berukuran 15x26 meter yang berlokasi di kompleks Markas Polresta Banyumas, Jawa Tengah, itulah para sukarelawan memastikan seluruh proses pengolahan makanan bagi ribuan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan higienis, aman, dan bernilai gizi tinggi sejak bahan baku diterima hingga makanan disajikan di sekolah.

Puluhan sukarelawan SPPG Polresta Banyumas itu tampak sibuk menyiapkan 2.211 porsi santapan sehat untuk program MBG. Mereka mulai beraktivitas di dapur sejak malam hari, sedangkan pengolahan dimulai pada dini hari.

Kepala SPPG Polresta Banyumas Nanda Mahendra mengatakan setiap tahapan produksi dilakukan dengan standar ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, proses memasak, hingga distribusi.

Semua bertujuan menjamin keamanan pangan dan nilai gizi makanan yang sampai ke tangan siswa.

“Bahan baku datang setiap sore, maksimal pukul tujuh malam. Kami sortir satu per satu. Kalau kualitasnya tidak bagus langsung dikembalikan ke pemasok,” kata Nanda.

Bahan baku yang digunakan SPPG berasal dari UMKM lokal Banyumas, tapi semua harus memiliki izin edar seperti PIRT dan sertifikat halal. Selain menjamin kehalalan dan keamanan bahan pangan, langkah ini juga mendukung perekonomian masyarakat sekitar.

Bahan yang telah lolos seleksi disimpan di tiga jenis gudang: gudang kering untuk minyak, gula, dan tepung; gudang basah untuk sayur dan buah; serta chiller dan freezer untuk bahan segar seperti ayam dan daging. Setiap bahan dijaga pada suhu ideal, yakni chiller di antara 0-8 derajat celcius, sedangkan freezer hingga minus 18 derajat celcius.

Kegiatan memasak di dapur SPPG dimulai sejak pukul 01.00 WIB, namun sukarelawan datang lebih awal untuk menyiapkan bahan dan mencairkan daging beku sebelum diolah. Proses memasak berlangsung hingga menjelang fajar dengan pengawasan suhu ketat.

“Suhu air harus mencapai 100 derajat celcius, daging minimal 74 derajat celcius, dan makanan yang akan didistribusikan tidak boleh di bawah 60 derajat celcius,” kata Nanda.

Distribusi pertama dimulai pukul 06.30 WIB dan disusul pengantaran kedua sekitar pukul 09.00 WIB. Semua makanan dikemas rapat dalam wadah tertutup untuk menjaga suhu dan menghindari kontaminasi.

“Makanan tidak boleh dibuka sebelum waktunya. Itu penting untuk menjaga keamanan dan suhu tetap stabil,” kata Nanda menegaskan.

Dua mobil operasional digunakan untuk mendistribusikan makanan ke 20 sekolah, terdiri atas 6 TK, 9 SD, 2 SMP, dan 3 SMA di wilayah Purwokerto Utara.

Satu mobil bisa mengangkut hingga seribu ompreng, meskipun dalam praktiknya jumlahnya disesuaikan dengan jarak dan jumlah siswa di sekolah tujuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.