Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dapur SPPG Polresta Banyumas Rawat Gizi Anak lewat Sajian Aman

📅 Senin, 03 Nov 2025, 16:16 WIB | Oleh:

Guna menjamin keamanan, setiap masakan yang diolah hari itu diambil sampel dan disimpan selama tiga hari di bank sampel.

Bahkan, pengelola SPPG  bersama Dokkes Polresta Banyumas juga melakukan uji cepatuntuk mendeteksi kemungkinan bahan berbahaya seperti formalin, arsen, dan nitrit.

Semua itu dilakukan karena SPPG Polresta Banyumas berkomitmen tidak hanya pada kualitas gizi, juga keamanan dan higienitas proses pengolahan.

SPPG Polresta Banyumas juga melakukan uji laboratorium terhadap air yang digunakan dalam pengolahan.

Tak hanya itu, dapur besar ini juga sedang dalam proses mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan.

Sterilisasi peralatan pun dilakukan dengan suhu tinggi. Setelah dicuci serta dibilas menggunakan air hangat, alat seperti rak, loyang, dan wadah dipanaskan dalam lemari pengering dengan suhu hingga 200 derajat celcius agar benar-benar bebas mikroba.

Ahli gizi SPPG Polresta Banyumas Intan Henda Ardiani mengatakan seluruh sukarelawan dan juru masak telah memiliki sertifikat penjamah makanan dari Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI).

Dalam hal ini, mereka sudah dilatih dan tersertifikasi untuk keamanan pangan, sehingga setiap tahap kerja dilakukan sesuai standar kesehatan.

Dalam seminggu masa operasional perdana, tim SPPG terus memantau reaksi anak-anak terhadap menu yang disajikan. Setiap hari dilakukan uji organoleptik di sekolah secara acak untuk menilai rasa, aroma, dan tampilan makanan.

Dari hasil uji itu, rata-rata anak-anak menyukai menu yang disajikan. Hal itu juga terlihat dari minimnya sisa makanan yang kembali ke dapur karena selalu habis dikonsumsi.

Menu yang disiapkan SPPG mengedepankan kombinasi antara gizi seimbang dan cita rasa lokal. Menu andalan seperti ayam goreng laos menjadi favorit anak-anak karena rasanya gurih dan mudah diterima lidah mereka.

“Kami juga punya rolade beef brown sauce dan soto Sokaraja yang dimodifikasi agar tetap menarik tapi aman dikonsumsi,” kata Intan.

Pada tahap awal SPPG belum menyajikan makanan laut guna menghindari potensi alergi. Ke depan, pihaknya akan memperluas variasi menu dengan menyesuaikan kebutuhan gizi dan preferensi anak-anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.