UMKM Harus Berani Bertransformasi! Saatnya Usaha Mikro Naik Kelas Lewat Waralaba
📅 Jumat, 31 Okt 2025, 19:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Koran Jakarta/ M Ismail
TANGERANG – Pemerintah terus mendorong usaha mikro untuk naik kelas melalui integrasi ke dalam sistem waralaba. Langkah ini dinilai efektif dalam memperluas pasar, memperkuat manajemen usaha, serta meningkatkan standar kualitas produk dan layanan.
Dengan bergabung dalam ekosistem waralaba, pelaku usaha mikro diharapkan mampu mengakses jaringan distribusi yang lebih luas, menarik investasi, dan menciptakan lapangan kerja baru secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, pelaku usaha mikro juga dapat memperoleh keuntungan dari pembelian bahan baku atau pasokan dalam jumlah besar (skala ekonomi).
Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong para pelaku usaha mikro agar masuk dalam kemitraan dengan pola industri franchise atau waralaba.
Menurut dia, langkah itu perlu dilakukan sebagai tujuan untuk meningkatkan rasio kewirausahaan guna berkembang lebih besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Karena dengan pola sistem kemitraan franchise atau waralaba ini banyak juga memberikan kesempatan buat usaha-usaha mikro dan kecil yang memang secara fundamental usahanya maupun produknya sudah bagus cuma mau kita dorong naik lebih, supaya dia bisa tumbuh kembang," kata Maman di Tangerang, Banten, Jumat (31/10).
Ia mengatakan agar bisa masuk ke sistem kemitraan itu pun ada catatannya, yakni usaha mikro dan kecil harus memiliki dasar atau fundamental yang kuat terlebih dahulu.
"Fundamentalnya harus kuat dulu. Karena tidak sedikit juga pada saat usaha mikro dan kecil mereka didorong masuk dengan pola franchise, tapi fundamental usahanya belum kuat malah collaps, malah rontok," tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam hal ini, kata dia, Kementerian UMKM akan mendorong usaha kecil semakin banyak menggunakan sistem pola kemitraan atau waralaba, agar dapat mendongkrak rasio kewirausahaan Indonesia.
"Karena memang salah satu target saya bahwa harus ada pertumbuhan rasio kewirausahaan yang mau kita lakukan," ucapnya.
Ia menyampaikan pertumbuhan rasio kewirausahaan masuk di angka 3,1. Maka, pihaknya menargetkan di tahun 2029 bisa naik ke angka 3,6.
"Jadi kita mau coba terus dongkrak mudah-mudahan di tahun ini ada perkembangan yang signifikan," kata dia.
Rasio kewirausahaan yang tinggi sering dikaitkan dengan ekonomi yang dinamis dan berdaya saing. Rasio kewirausahaan menjadi indikator yang sangat penting dikarenakan beberapa hal, seperti pendorong pertumbuhan ekonomi; penciptaan lapangan kerja; inovasi dan efisiensi; peningkatan standar hidup; dan mobilitas social.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!