Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Pacu Swasembada Pangan Perkuat Ekonomi Rakyat

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Pacu Swasembada Pangan Perkuat Ekonomi Rakyat Doc: ANTARA/Irfan Sumanjayai
Ket. Petani merontokkan bulir padi di Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (30/10). Sejumlah petani di wilayah tersebut melakukan rotasi dan diversifikasi tanaman seperti cabai, padi, tomat, dan bawang untuk mengantisipasi gagal panen akibat anomali cuaca dan perubahan pola hujan yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika

Diharapkan swasembada pangan mampu angkat kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, peternak, dan nelayan.

Medan – Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan program swasembada pangan sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan program swasembada pangan mengangkat perekonomian masyarakat di wilayah dan mengurangi ketergantungan impor.

"Sepertiga rakyat Indonesia hidup dari sektor pertanian, peternakan, dan nelayan, banyak di antara mereka yang masih hidup miskin," ujar Zulkifli atau akrab disapa Zulhas saat menyampaikan "Orasi ilmiah Menko Bidang Pangan di wisuda sarjana Univa Medan Tahun 2025" di Medan, Kamis (30/10).

Seperti dikutip dari Antara, menurut Zulhas, adanya program unggulan swasembada pangan akan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, peternak dan nelayan.

Ia menjelaskan, swasembada pangan itu dalam arti luas, mencakup komoditas pokok seperti jagung, beras, serta komoditas protein seperti ikan dan produk peternak.

"Di bawah saya, akan dibangun tambak-tambak yang besar di seluruh kabupaten. Akan ada 2.000 desa nelayan yang dikembangkan, karena kita membutuhkan pasokan ikan," ucap Zulhas mencontohkan.

Menko Pangan optimistis, jika program tersebut berjalan baik, maka masyarakat yang hidup kurang mampu akan terangkat menjadi kehidupan yang lebih baik.

Ia menambahkan adanya peningkatan dari hasil beras lokal telah berdampak kepada nilai tukar petani (NTP) dari tahun 2024 tercatat 116 poin, lalu untuk 2025 meningkat mencapai 124 poin.

"Jadi (petani) lebih makmur, dan sekarang masuk ke nelayan dan peternakan besar-besaran. InsyaAllah nilai tukar petani naik lagi pada 2026," ucapnya.

Zulhas menyebutkan jika tahun lalu Indonesia masih impor beras 4,5 juta ton, saat ini tidak ada lagi impor beras, dan sudah ada stok beras 4 juta ton.

Oleh karena itu, ia mengatakan, dengan adanya program swasembada pangan itu maka kesejahteraan petani ikut terangkat, selanjutnya nanti nelayan dan peternak.

Selain memperkuat produksi domestik, pemerintah juga harus menyiapkan strategi pengelolaan pascapanen untuk menekan potensi kerugian dan menjaga stabilitas harga. Dengan sinergi lintas sektor, swasembada pangan diharapkan menjadi pilar utama pembangunan ekonomi rakyat sekaligus fondasi menuju kemandirian ekonomi berkelanjutan.

Panen Raya

Secara terpisah, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyebutkan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan swasembada kedelai.

"Ke depan kami berkomitmen, Indonesia tidak lagi bergantung impor kedelai untuk kebutuhan dalam negeri," kata Menhan, di Lampung Utara, Provinsi Lampung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.