BNPB: Operasi Modifikasi Cuaca di Jabar Tekan Curah Hujan 75 Persen
📅 Rabu, 29 Okt 2025, 17:56 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-BNPB
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilaksanakan di wilayah Jawa Barat berhasil menurunkan intensitas curah hujan hingga 75 persen, sebagai bagian dari upaya mitigasi menghadapi cuaca ekstrem di masa peralihan musim.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu (29/10), mengatakan bahwa pelaksanaan OMC difokuskan pada daerah dengan curah hujan tinggi di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sukabumi yang sebelumnya terdampak banjir dan tanah longsor.
“Berdasarkan data curah hujan, operasi modifikasi cuaca yang dilakukan pada Senin (27/10) menunjukkan penurunan curah hujan sebesar 75 persen di wilayah sasaran,” kata dia.
Ia menjelaskan, OMC dilakukan untuk meredistribusi awan hujan agar curah hujan tidak terkonsentrasi di daratan dan mencegah banjir di daerah rawan genangan.
Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan pesawat untuk penyemaian Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) di lapisan awan potensial.
Sebaiknya Anda baca juga:
BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta lembaga strategis terus memantau perkembangan cuaca dan serangkaian kegiatan mitigasi, termasuk memperpanjang pelaksanaan OMC apabila potensi hujan ekstrem masih tinggi pada pekan kelima Oktober ini.
Abdul menambahkan, operasi tersebut terbukti efektif dalam mengurangi risiko banjir di wilayah terdampak, seperti Kabupaten Sukabumi, yang saat ini banjirnya telah surut.
BNPB mengkonfirmasi sebagaimana dilaporkan BPBD Kabupaten Sukabumi telah didirikan posko pengungsian di Lapangan Eks Sinar Ciomas dan SDN 1 Cisolok, serta membuka dapur umum di kantor Kecamatan Cisolok. Selain itu, distribusi logistik dan bantuan kebutuhan dasar warga terdampak terus dilakukan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, sejumlah titik longsor yang turut terjadi di Desa Wangunsari, Sukarame, Gunung Keramat, dan Karangpapak Sukabumi masih dalam proses penanganan. Akses jalan di beberapa titik belum sepenuhnya dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat.
"Tim gabungan di lapangan kini fokus pada pembersihan material lumpur dan pemulihan akses jalan di sejumlah desa," kata dia.
Meski demikian BNPB tetap mengimbau masyarakat khususnya di Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dengan menyiapkan tas siaga bencana dan rutin memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan BMKG. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!