Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Objek Antarbintang 3I-ATLAS Bakal Jadi Kembang Api Kosmik, Ilmuwan: Langit Malam Akan Menyala Spektakuler

📅 Selasa, 28 Okt 2025, 20:00 WIB | Oleh:
Objek Antarbintang 3I-ATLAS Bakal Jadi Kembang Api Kosmik, Ilmuwan: Langit Malam Akan Menyala Spektakuler Doc: International Gemini Observatory/NOIRLab
Ket. Komet antarbintang 3I/ATLAS tertangkap melesat melintasi tata surya pada 27 Agustus oleh teleskop Gemini South di Chili.

JAKARTA – Para astronom tengah bersiap menyaksikan fenomena langka dari objek antarbintang 3I-ATLAS yang diperkirakan akan segera “meledak” dalam aktivitas intens. Fenomena ini disebut-sebut akan menghadirkan pemandangan luar biasa di langit malam, memikat para pengamat bintang di seluruh dunia.

3I-ATLAS, yang ditemukan pada 2024, merupakan objek ketiga yang dikonfirmasi berasal dari luar tata surya setelah Oumuamua dan Borisov. Bergerak dengan kecepatan tinggi, objek ini telah memancing rasa ingin tahu para ilmuwan karena menunjukkan perilaku unik yang jarang terlihat.

Menurut laporan Live Science, aktivitas 3I-ATLAS meningkat drastis seiring mendekatnya ke sistem tata surya bagian dalam. Para peneliti menduga peningkatan tersebut terjadi akibat pelepasan gas dan debu yang membentuk ekor bercahaya layaknya komet.

“Objek ini benar-benar unik karena memberi kita kesempatan langka untuk mempelajari materi dari luar tata surya,” ujar astronom Alan Fitzsimmons dari Queen’s University Belfast. “Kita dapat melihat bagaimana bahan dari luar sistem kita bereaksi terhadap panas dan cahaya Matahari.”

Fenomena ini tergolong sangat jarang dan biasanya berlangsung dalam waktu singkat. Karena itu, keberadaan 3I-ATLAS menjadi momen penting bagi komunitas ilmiah untuk memahami lebih dalam struktur serta komposisi kimia benda antarbintang.

Para ahli memperkirakan bahwa 3I-ATLAS berasal dari sistem bintang yang berjarak ratusan tahun cahaya dari Bumi. Dengan kecepatan lintasan yang ekstrem, objek ini tidak akan terjebak gravitasi Matahari dan hanya melintas satu kali sebelum meninggalkan tata surya.

Data dari teleskop Hubble dan observatorium lainnya menunjukkan peningkatan pancaran cahaya yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini menandakan adanya pelepasan gas akibat pemanasan intens dari radiasi Matahari.

“Ini adalah waktu terbaik untuk mengamati 3I-ATLAS karena aktivitasnya mencapai puncak saat mendekati perihelion,” ujar Fitzsimmons. “Kami berharap bisa menangkap data sebanyak mungkin sebelum objek ini pergi selamanya.”

Fenomena ini juga menarik perhatian pengamat langit amatir yang berharap dapat melihat kilatan cahaya samar dari ekor 3I-ATLAS. Dengan teleskop berukuran sedang dan kondisi langit cerah, publik kemungkinan bisa menyaksikan pertunjukan langit yang memukau.

Selain aspek visualnya, keberadaan 3I-ATLAS juga memberikan peluang penting bagi riset benda antarbintang. Para ilmuwan meyakini bahwa objek semacam ini membawa “kode kosmik” tentang asal-usul planet dan bintang di luar galaksi kita.

Oumuamua, objek serupa yang ditemukan pada 2017, sempat menimbulkan spekulasi karena bentuk dan lintasannya yang misterius. Namun berbeda dengan itu, 3I-ATLAS menampakkan karakteristik komet yang lebih jelas dan aktivitas gas yang konsisten.

“3I-ATLAS adalah pengingat bahwa tata surya kita hanyalah bagian kecil dari jaringan benda-benda kosmik yang melintas di antara bintang,” kata Fitzsimmons. “Setiap kali kita menemukan objek baru, kita menemukan potongan teka-teki besar tentang alam semesta.”

Saat ini, observasi intens terhadap 3I-ATLAS tengah dilakukan oleh European Southern Observatory (ESO) dan NASA. Para peneliti berfokus pada analisis spektroskopi untuk memetakan kandungan unsur kimia di dalam objek tersebut.

Ilmuwan memperkirakan 3I-ATLAS akan mencapai tingkat kecerahan maksimal pada akhir tahun ini sebelum akhirnya menjauh dan menghilang ke dalam kegelapan antarbintang. Meski begitu, data yang ditinggalkannya diyakini akan menjadi bahan penelitian penting selama bertahun-tahun ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.