Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lestari Moerdijat: Merebaknya Kasus Campak Harus Jadi Alarm untuk Bangun Kesadaran Pola Hidup Sehat Masyarakat

2 Rabu, 08 Apr 2026, 18:58 WIB | Oleh:
Lestari Moerdijat: Merebaknya Kasus Campak Harus Jadi Alarm untuk Bangun Kesadaran Pola Hidup Sehat Masyarakat Lestari Moerdijat: Merebaknya Kasus Campak Harus Jadi Alarm untuk Bangun Kesadaran Pola Hidup Sehat Masyarakat Doc: antara foto
Ket. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

JAKARTA - Merebaknya kasus campak harus menjadi alarm bagi kita untuk segera membangun kesadaran kolektif mewujudkan pola hidup sehat mulai dari lingkup keluarga, sebagai bagian mewujudkan sistem kesehatan nasional yang kuat.

“Merebaknya kasus campak sejak awal tahun ini harus menjadi momentum bagi kita untuk membangun kesadaran bersama dalam merealisasikan pola hidup sehat masyarakat Indonesia,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Bahaya Penyakit Campak diIndonesia dan Upaya Penanggulangannya yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (8/4).

Diskusi yang dimoderatori Eva Kusuma Sundari (Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI) itu, menghadirkan Felly Estelita Runtuwene (Ketua Komisi IX DPR RI), Siti Nadia Tarmizi (Direktur Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI), Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama (Direktur Pascasarjana Universitas YARSI – Direktur World Health Organization South East Asia Regional Office/WHO SEARO periode 2018-2020), dan Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) (Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia /IDAI) sebagai narasumber.

Menurut Lestari, upaya membangun pola hidup sehat masyarakat merupakan bagian dari upayamemberikan perlindungan bagi setiap warga negara melalui aspek yang mendasar, seperti kesehatan.

Catatan Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, saat ini terjadi herd immunity (<95%) atau penurunan kekebalan tubuh yang memicu peningkatan kasus campak secara drastis.

Hal itu, tambah Lestari, antara lain disebabkan penurunan cakupan imunisasi Campak-Rubella (MR) di Indonesia yang dipicu sejumlah penyebab antara lain misinformasi/hoaks antivaksin, gangguan layanan selama pandemi COVID-19, dan rendahnya penerimaan masyarakat.

Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa keseluruhan data tersebut harus mampu dimanfaatkan sebagai dasar untuk menentukan perbaikan arah kebijakan terkait upaya pencegahan sejumlah penyakit dan memperkuat kapasitas sistem kesehatan nasional.

“Kesadaran kolektif untuk hidup sehat harus konsisten dibangun mulai dari lingkup keluarga dalam memperkuat sistem kesehatan nasional,” ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mendorong agar para pemangku kepentingan mampu membenahi sistem kesehatan nasional secara fundamental, agar aspek perlindunganmelalui pemenuhan hak kesehatan setiap warga negara dapat benar-benar direalisasikan.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa pemerintah memiliki sistem monitoring kewaspadaan dini terhadap penyebaran suatu penyakit.

Menurut Siti, sebenarnya peningkatan kasus campak dan suspek campak sudah mulai terlihat sejak akhir tahun 2025 dan mencapai catatan tertinggi pada pekan pertama 2026, dengan suspek campak 2.932 dan 2.220 kasus campak yang terkonfirmasi secara klinis.

Kasus campak, jelas Siti, baru menunjukkan penurunan kasus campak pada pekan kedua Maret 2026.

Siti mengungkapkan, sejumlah provinsi di tanah air yang mengalami peningkatan kasus campak tercatat memiliki capaian imunisasi campak yang rendah.

Sejumlah upaya untuk mengatasi kondisi itu, jelas Siti, antara lain outbreak response immunization dengan pemberian imunisasi tambahan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

Selain itu, tambah dia, juga dilakukan pemberian imunisasi untuk melengkapi status imunisasi pada bayi dan balita.

Untuk mencegah paparan penyakit campak pada tenaga medis, jelas Siti, Kementerian Kesehatan juga telah menerbitkan Surat Kewaspadaan Terhadap Penyakit Campak bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan nomor HK. 02.02/C/1602/2026, sebagai acuan kewaspadaan bagi seluruh fasilitas layanan kesehatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Warga Asli Minang Itu Menja...

The Weeknd Rilis Single “Hong Kong”

44 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
The Weeknd Rilis Single “...
Ekonomi
Beras Makin Mahal, Dompet R...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.