Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Macet Tanpa Sebab? Ternyata Ini Penjelasan Ilmiah “Phantom Traffic Jam”

📅 Selasa, 28 Okt 2025, 17:46 WIB | Oleh:
Macet Tanpa Sebab? Ternyata Ini Penjelasan Ilmiah “Phantom Traffic Jam” Doc: ANTARA/Muhammad Iqbal
Ket. Kendaraan roda empat melintasi jalan Tol TB Simatupang secara gratis (lajur paling kiri) saat pelaksanaan rekayasa lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Fatmawati 2 kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta, Senin (15/9).

JAKARTA - Pernahkah Anda terjebak dalam kemacetan panjang di jalan, namun setelah berhasil melewatinya ternyata tidak ada masalah di depan? Tidak ada kecelakaan, tidak ada kendaraan mogok, bahkan tidak ada perbaikan jalan.

Kondisi ini ternyata memiliki istilah khusus, yaitu phantom traffic jam atau kemacetan hantu. Bahkan disebut phantom atau “hantu” karena terjadi macet tanpa penyebab yang jelas.

Phantom traffic kerap terjadi di jalan raya yang padat, terutama di jalan tol. Kemacetan jenis ini tidak disebabkan oleh hambatan seperti kecelakaan atau penyempitan jalan, melainkan oleh perilaku berkendara yang kurang stabil atau disiplin.

Salah satu phantom traffic jam bisa terjadi ketika satu kendaraan memperlambat lajunya tanpa alasan. Kemudian, kendaraan di belakangnya pun terpaksa ikut melambat untuk menjaga jarak, dan efek ini merambat ke kendaraan belakang lainnya, sehingga menimbulkan kemacetan.

Hal ini berbeda jika terjadi di jalan yang sepi, karena kendaraan masih memiliki ruang yang cukup untuk menyesuaikan kecepatan.

Namun, pada lalu lintas yang padat dengan jarak antar kendaraan kurang dari 35 meter, perlambatan kecil saja dapat menimbulkan efek yang berujung pada kemacetan panjang.

Penyebab phantom traffic jam

Untuk mengenalnya, berikut beberapa faktor yang memicu terjadinya kemacetan hantu di jalan raya:

1. Kecepatan tidak stabil

Pengemudi yang sering mengerem atau mempercepat kendaraan secara tiba-tiba, dapat terjadinya phantom traffic. Hal ini terjadi karena kendaraan di belakangnya harus menyesuaikan kecepatan dengan kendaraan tersebut.

2. Tidak menjaga jarak aman

Ketika jarak antar kendaraan terlalu dekat, sedikit perlambatan saja dapat menimbulkan gelombang kemacetan. Hal ini disebabkan kendaraan di belakang harus ikut melambat juga.

3. Tidak berpindah ke jalur lambat

Biasanya jalan tol memiliki dua jalur, yakni jalur cepat di sebelah kanan dan jalur lambat di sebelah kiri. Bagi pengemudi yang melaju pelan di jalur cepat dan tidak bergeser ke kiri, efeknya dapat menghambat arus kendaraan lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

15 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.