Macet Tanpa Sebab? Ternyata Ini Penjelasan Ilmiah “Phantom Traffic Jam”
📅 Selasa, 28 Okt 2025, 17:46 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Muhammad Iqbal
JAKARTA - Pernahkah Anda terjebak dalam kemacetan panjang di jalan, namun setelah berhasil melewatinya ternyata tidak ada masalah di depan? Tidak ada kecelakaan, tidak ada kendaraan mogok, bahkan tidak ada perbaikan jalan.
Kondisi ini ternyata memiliki istilah khusus, yaitu phantom traffic jam atau kemacetan hantu. Bahkan disebut phantom atau “hantu” karena terjadi macet tanpa penyebab yang jelas.
Phantom traffic kerap terjadi di jalan raya yang padat, terutama di jalan tol. Kemacetan jenis ini tidak disebabkan oleh hambatan seperti kecelakaan atau penyempitan jalan, melainkan oleh perilaku berkendara yang kurang stabil atau disiplin.
Salah satu phantom traffic jam bisa terjadi ketika satu kendaraan memperlambat lajunya tanpa alasan. Kemudian, kendaraan di belakangnya pun terpaksa ikut melambat untuk menjaga jarak, dan efek ini merambat ke kendaraan belakang lainnya, sehingga menimbulkan kemacetan.
Hal ini berbeda jika terjadi di jalan yang sepi, karena kendaraan masih memiliki ruang yang cukup untuk menyesuaikan kecepatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, pada lalu lintas yang padat dengan jarak antar kendaraan kurang dari 35 meter, perlambatan kecil saja dapat menimbulkan efek yang berujung pada kemacetan panjang.
Penyebab phantom traffic jam
Untuk mengenalnya, berikut beberapa faktor yang memicu terjadinya kemacetan hantu di jalan raya:
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Kecepatan tidak stabil
Pengemudi yang sering mengerem atau mempercepat kendaraan secara tiba-tiba, dapat terjadinya phantom traffic. Hal ini terjadi karena kendaraan di belakangnya harus menyesuaikan kecepatan dengan kendaraan tersebut.
2. Tidak menjaga jarak aman
Ketika jarak antar kendaraan terlalu dekat, sedikit perlambatan saja dapat menimbulkan gelombang kemacetan. Hal ini disebabkan kendaraan di belakang harus ikut melambat juga.
3. Tidak berpindah ke jalur lambat
Biasanya jalan tol memiliki dua jalur, yakni jalur cepat di sebelah kanan dan jalur lambat di sebelah kiri. Bagi pengemudi yang melaju pelan di jalur cepat dan tidak bergeser ke kiri, efeknya dapat menghambat arus kendaraan lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!