Modifikasi Cuaca Sebagai Upaya Mengatasi Banjir Kota Semarang
📅 Senin, 27 Okt 2025, 23:15 WIB | Oleh: Ones
Doc: Antara
Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait untuk mengupayakan rekayasa (modifikasi) cuaca di Kota Semarang dan sekitarnya guna mengatasi banjir dan mencegah tingginya curah hujan.
"Saya terus koordinasi dengan pusat (BMKG dan BNPB) untuk rekayasa cuaca," katanya, saat meninjau dan menyerahkan bantuan di Kecamatan Genuk, Semarang, Senin.
Menurut dia, rekayasa cuaca dinilai perlu, mengingat dalam lima hari terakhir wilayah Semarang, Demak, dan sekitarnya terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Ia juga terus koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi cuaca di Jateng yang berpotensi mengalami hujan deras.
Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, kata dia, terus bersinergi dalam penanganan banjir di Kota Semarang dan Kabupaten Demak, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jangka pendeknya adalah terus mengecek kondisi masyarakat korban banjir agar kebutuhan dasarnya tidak terganggu, termasuk fasilitas umumnya.
“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan kabupaten/kota 'stand by' 1x24 jam,” kata mantan Kapolda Jateng itu.
Adapun jangka panjangnya, pemerintah saat ini masih dalam proses pengerjaan tanggul laut (giant sea wall) yang menghubungkan Semarang-Demak, serta sedang melakukan pengerjaan kolam retensi Terboyo dan Sriwulan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ada dua kolam yang nanti bisa menampung, diharapkan awal 2026 selesai," katanya.
Sementara itu, Camat Genuk Pranyoto mengatakan banjir di wilayahnya sudah memasuki hari keenam, antara lain Kelurahan Gebangsari, Genuksari, Muktiharjo Lor, Terboyo Wetan, dan Trimulyo.
"Titik genangan tertinggi ada di depan RSI Sultan Agung yang sempat mencapai 80 cm. Pompa ada 27 titik, tersebar di beberapa sungai. Pompa itu berada di Kali Tenggang, Kali Sringin, kali Babon, dan belakang Terminal Terboyo," katanya.
Ia bersama instansi terkait dan seluruh lurah terus melakukan upaya penanganan dan menyiapkan antisipasi apabila ada peningkatan air yang saat ini sudah mulai surut.
"Semoga saja sudah tidak ada (banjir, red.) lagi. Karena prediksi BMKG masih akan ada hujan lagi. Insya Allah kita siap menghadapi musim hujan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!